Polisi Rekonstruksi Kasus Mayat Dibakar di Maros Sulsel

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 17:43 WIB
Rekonstruksi kasus mayat dibakar di Maros, Sulsel (Hermawan/detikcom).
Rekonstruksi kasus mayat dibakar di Maros, Sulsel (Hermawan/detikcom)

Namun, saat ditanyakan apakah ada fakta baru saat rekonstruksi, Akbar mengaku pihaknya masih akan melihat lebih lanjut. Namun dia memastikan proses rekonstruksi ini juga untuk keperluan pemberkasan tersangka.

"Tentunya semua untuk kelengkapan terkait kasus ini. Apakah di situ ada seperti yang ditanyakan (soal jaringan prostitusi) atau hal-hal lain," ucapnya.

Seperti diketahui, mayat Riyan ditemukan dalam kondisi terbakar di area Kecamatan Mallawa, Maros, Jumat (11/6). Polisi yang melakukan penyelidikan lantas mengungkap tewasnya Riyan akibat dibunuh oleh kekasih sesama jenis, Muhammad Anwar alias Amin, dengan motif cemburu.

Polisi mengatakan Muhammad Anwar alias Amin, selaku pelaku utama, membawa Riyan ke Hotel Wisata di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar, pada Senin (7/6). Dalam perjalanan, Amin cemburu karena korban menjalin komunikasi dengan pria lain.

Akibat kecemburuan tersebut, Amin meminta tiga rekannya datang ke kamar 405 Hotel Wisata. Mereka lalu menganiaya Riyan secara bersama-sama.

"Kemudian habis itu di situ malamnya ribut, tapi dini hari dia berhubungan intim sama si korban. Terus yang lain tiga orang itu (rekan Amin) pengakuannya tidur, tapi di kamar yang sama di kamar 405," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan, Senin (21/6).

Selasa (8/6) pagi, lanjut Zulpan, emosi akibat kecemburuan Amin tidak kunjung surut. Dia dan tiga pelaku lainnya kembali menganiaya Riyan. Kemudian, karena tak lagi punya biaya, Amin cs membawa Riyan ke rumah wanita bernama Lala (23) di Jalan Sungai Limboto, Makassar.

Di rumah Lala, ada dua pelaku lain dan Lala sendiri yang kemudian ikut bersama-sama menganiaya korban. Proses penganiayaan tersebut, kata Zulpan, terus dilakukan secara bertubi-tubi selama tiga hari hingga korban meregang nyawa.

"Macam-macam, dipukul pakai tangan, pakai tali pinggang. Bayangin aja sama 8 orang, kecuali Lala, dia hanya menyaksikan," kata Zulpan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.