Mayat Dibakar di Maros, Korban Disiksa Berhari-hari Sebelum Dibunuh

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 13:23 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto ilustrasi pembunuhan. (Thinkstock)
Makassar -

Polisi mengungkap pemuda bernama Riyan (20), korban mayat dibakar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami penyiksaan sadis selama 4 hari. Penyiksaan selama berhari-hari itu disebut jadi penyebab tewasnya korban.

"Yang jelas dia mengalami penyiksaan berhari-hari," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat ditemui detikcom di ruangan kerjanya, Senin (21/6/2021).

Zulpan mengatakan pelaku utama kasus mayat dibakar di Maros ini ialah remaja bernama Muhammad Anwar alias Amin (19). Sementara itu, pelaku lainnya ialah MA, DAS, FS alias R, serta perempuan yang bernama H alias Lala HP, TH, dan AI.

Menurut Zulpan, Amin merupakan pelaku yang membawa Rian ke Hotel Wisata di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar, pada Senin (7/6).

"Tapi dalam perjalanan dia ambil handphone si Rian dia baca WA, Facebook, semuanya. Ditemukan ada komunikasi Riyan sama laki-laki lain. Jadi indikasi selingkuh inilah yang membuat Amin marah kemudian cekcok sampai di Hotel Wisata juga cekcok," ungkap Zulpan.

Buah dari kecemburuan tersebut, lanjut Zulpan, Amin meminta tiga rekannya datang ke kamar 405 Hotel Wisata. Mereka kemudian menganiaya Rian.

"Kemudian habis itu di situ malamnya ribut, tapi dini hari dia berhubungan intim sama si korban. Terus yang lain 3 orang itu (rekan Amin) pengakuannya tidur, tapi di kamar yang sama di kamar 405," kata Zulpan.

Selasa (8/6) pagi, lanjut Zulpan, emosi akibat kecemburuan Amin tidak kunjung surut. Dia dan tiga pelaku lainnya kembali menganiaya Rian. Kemudian karena tak lagi punya biaya, Amin cs membawa Riyan ke rumah wanita bernama Lala (23) di Jalan Sungai Limboto, Makassar.

"Mereka ke sana (ke rumah Lala) naik taksi online bersama. Di situ pun sudah ada Lala sama 2 orang lagi laki-laki yang juga nunggu. Dia (Riyan) disiksa lagi," ucap Zulpan.

Penganiayaan tersebut, kata Zulpan, terus dilakukan secara bertubi-tubi selama tiga hari hingga korban meregang nyawa.

"Macam-macam, dipukul pakai tangan, pakai tali pinggang, bayangin aja sama 8 orang, kecuali Lala, dia hanya menyaksikan saja," kata Zulpan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.