Ponakan Megawati: Penganggaran Dana Hibah Masjid Sriwijaya Tak Ada Masalah

Prima Syahbana - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 14:40 WIB
PDIP Sumatera Selatan (Sumsel) sudah selesai menggelar survei dalam proses penjaringan cagub-cawagub. Siapa yang akan diusung PDIP?
Giri Ramanda Kiemas (Dok. Pribadi)
Palembang -

Giri Ramanda Kiemas, keponakan Megawati Soekarnoputri diperiksa Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dalam kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya Palembang. Soal pencairan dan penggunaan dana hibah itu, dia menyebut proses penganggaran di DPRD tidak ada masalah.

"Iya kemarin (29/6) itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi, terkait mereka berdua sebagai pejabat Pemprov Sumsel kala itu," kata Giri kepada detikcom, Rabu (30/6/2021).

Giri mengaku diperiksa soal proses pengajuan penganggaran di DPRD Sumsel terkait perencanaan pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

"Diperiksa sebagai saksi, di posisi itu adalah menjelaskan bagaimana penganggaran prosesnya di DPRD. Mulai dari pengajuan eksekutif, kemudian kita bahas di badan anggaran, diparipurnakan, dievaluasi oleh Kemendagri sampai ada perda dan pergub penjabaran APBD," katanya.

Dia menjelaskan, dalam dua kali pemeriksaan soal penganggaran di DPRD Sumsel, baik anggaran pada 2015 dan 2017, pemeriksaan terhadapnya itu ada dua kejadian, yakni penganggaran pada 2015 dan 2017.

"Sebenarnya ada dua kejadian, pertama terkait anggaran 2015 saya diperiksa sebagai Ketua Komisi III dengan pimpinanannya almarhum Wasista Bambang Utoyo. Sedangkan pada anggaran 2017 yang dibahas pada 2014 saya diperiksa sebagai Ketua DPRD Sumsel," terangnya.

Dari pihak DPRD Sumsel, bukan dia sendiri yang diperiksa melainkan ada beberapa orang lainnya juga diperiksa.

"Ada juga pak Gantada wakil ketua DPRD periode 2014-2019, ada juga pak Jauhari (almarhum) seminggu setelah dipanggil beliau meninggal dan sekretaris dewan juga sudah dimintai keterangan. Jadi bukannya ini mengarah ke DPRD, kami hanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka," terangnya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaannya sebagai saksi itu mengarah ke proses pencairan dan penggunaan anggaran.

"Sepertinya, dari pemeriksaan terkesan mengarah tentang pencairan anggaran dan penggunaan anggaran. Namun terkait ini jaksa harus memeriksa dari hulu sampai ke hilir. Kalau dari penganggaran tidak ada masalah," bebernya.

Lihat juga video 'Pemkot Bogor Serah-Terimakan Hibah Lahan untuk Tempat Ibadah GKI Yasmin':

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/dnu)