Jokowi Apresiasi Vaksinasi di Sultra sampai Malam: Kita Harus Kejar Target

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 11:50 WIB
Presiden Jokowi
Jokowi (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi vaksinasi di sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) digelar dari pagi sampai malam. Jokowi mengatakan upaya itu dilakukan agar target 2 juta vaksinasi per hari tercapai.

Pernyataan Jokowi itu disampaikan saat meninjau vaksinasi di Kendari seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (30/6/2021). Jokowi menerima laporan dari sejumlah daerah di Sultra tentang pelaksanaan vaksinasi.

Laporan pertama disampaikan pejabat di Kendari. Ada 3.000 orang yang divaksinasi.

"Diperkirakan selesai jam berapa?" tanya Jokowi.

"Sampai malam, Pak. Lanjut besok pagi kalau belum selesai," jawab pejabat tersebut.

Pejabat tersebut berterima kasih Jokowi telah berkunjung ke Kendari. Pejabat itu juga meminta doa agar Walkot Kendari Sulkarnain Kadir segera sembuh dari Corona.

Seperti diketahui, Sulkarnain saat ini sedang dalam masa pemulihan akibat terpapar Corona. Kondisi Sulkarnain relatif stabil.

"Ya, cepat sembuh nanti Pak Wali," ujar Jokowi.

Setelah itu, Jokowi menerima laporan vaksinasi dari Konawe Utara. Saat ini sudah ada sekitar 20 ribu warga yang divaksinasi atau 47 persen dari total target 43 ribu warga Konawe Utara.

"47 persen udah banyak sekali," ujar Jokowi.

"Diteruskan, dirampungkan, biar terbangun kekebalan komunal herd immunity-nya," ujar dia.

Jokowi selanjutnya menerima laporan vaksinasi dari Baubau. Pejabat di Baubau menyatakan vaksinasi mungkin dilakukan sampai malam.

Jokowi pun memuji hal tersebut. Jokowi lantas berbicara mengenai target vaksinasi 2 juta per hari pada Agustus.

"Bagus, pagi-siang-malam terus karena memang kita harus mengejar target untuk bulan Juli ini 1 juta per hari dan nanti Agustus 2 juta per hari. Jadi semua kabupaten harus memberikan dukungan dengan jumlah yang sebanyak-banyaknya sehingga target itu bisa kita lampaui karena memang kita harus mengejar angka-angka yang sudah kita kalkulasi," ucap Jokowi.

(knv/imk)