Polisi Telusuri Senpi Pengemudi Pajero Saat Aniaya Sopir Truk di Jakut

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 11:26 WIB
Pengemudi Pajero pelaku penganiayaan dan perusakan sopir truk di Jakarta Utara ditangkap polisi. Ia mengaku tersulut emosi saat melakukan aksinya tersebut.
OK pengemudi Pajero yang menganiaya sopir truk (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Kasus penganiayaan sopir truk yang dilakukan pengemudi Pajero inisial OK (40) di Jakarta Utara terus berlanjut. Polisi kini tengah mendalami penggunaan senjata api yang diduga turut digunakan pelaku saat melakukan aksinya.

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan penggeledahan di mobil dan rumah pelaku. Namun keberadaan senjata tersebut belum ditemukan.

"Masih kita dalami terus. Kita geledah mobil, rumah tersangka, belum kita dapatkan senpi (senjata api). Dari pengakuan tersangka, itu stik bukan senjata, tapi masih kita dalami terus," kata Nasriadi saat dihubungi wartawan, Rabu (30/6/2021).

Penelusuran penggunaan senjata api oleh pelaku itu bermula dari kesaksian korban. Kepada polisi, korban mengaku juga ditodong senjata api oleh tersangka.

Tersangka yang telah diamankan polisi pada Senin (28/6) pun telah dimintai keterangan perihal indikasi penggunaan senjata api tersebut. Namun tersangka tetap berkeras hanya menganiaya korban dengan menggunakan stik.

"Ya betul itulah (korban mengaku ditodong senjata api). Masih kita dalami keterangan tersangka, tidak langsung percaya begitu saja. Kita tidak percaya begitu saja keterangan tersangka ngomong-nya itu bukan senpi, Pak, itu stik yang saya todongkan ke dia. Tapi kita tidak percaya begitu saja," ujar Nasriadi.

Terkait dugaan pelaku telah membuang senjata apinya, Nasriadi enggan berspekulasi. Pihaknya hanya akan mengedepankan temuan fakta di lapangan dalam penelusuran penggunaan senjata api tersebut.

"Kita tidak bisa bicara kemungkinan ya, kita harus bicara fakta. Faktanya adalah keterangan korban seperti itu (ditongkan senpi). Nah faktanya kita terus mencari senjata tersebut sudah ke rumahnya kita geledah belum kita dapatkan," terang Nasriadi.

"Kita cari keterangan kawan-kawannya belum ada kita dapat senjata itu. Kita gali keterangan sebanyak-banyaknya dari pihak korban dan tersangka dan saksi-saksi lain untuk cari senjata tersebut," sambungnya.

Tersangka telah diamankan pada Senin (28/6) sekitar pukul 08.00 WIB di Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya pelaku inisial OK ini bahkan sempat melarikan diri ke daerah Jawa Timur setelah video penganiayaannya viral di media sosial.

Polisi juga telah memastikan pelaku bukan merupakan anggota TNI atau Polri. Pelaku OK diketahui merupakan warga sipil dan pernah bekerja sebagai pelaut.

Pelat kendaraan miliknya yang menggunakan pelat QH pun telah dipastikan palsu. Pelaku mengaku menggunakan pelat khusus itu setelah terinspirasi dari konten di TikTok.

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Metro Jakarta Utara. Polisi pun menjerat pelaku dengan pasal berlapis.

Tersangka dijerat mulai dari Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 355 KUHP ayat 2 tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan. Selain itu, pelaku juga dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan Pasal 406 KUHP yang masing-masing terkait perusakan dan pemalsuan surat kendaraan.

(ygs/dwia)