Depok Zona Merah Corona: Salat Jumat Ditiadakan-Mal Tutup Jam 7 Malam

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 18:11 WIB
Pemberlakuan ERP di Jalan Margonda

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Jumat (13/4). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewacanakan penerapan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) di ruas jalan Margonda Raya untuk mengatasi masalah kemacetan di kawasan itu, sementara Pemkot Depok akan mengkaji usulan tersebut.  Grandyos Zafna/detikcom
Depok (Grandyos Zafna/detikcom)
Depok -

Pemerintah Kota Depok resmi menetapkan wilayah Depok kembali menjadi zona merah COVID-19. Pemkot memutuskan meniadakan ibadah keagamaan dan membatasi sejumlah kegiatan masyarakat.

"Setelah 22 minggu Kota Depok berada di zona risiko sedang (oranye), dalam minggu ini Kota Depok bersama 9 kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat kembali masuk ke dalam kategori daerah dengan zona risiko tinggi atau zona merah," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangannya, Selasa (29/6/2021).

Atas kondisi zona merah itu, Idris memastikan PPKM mikro di Depok selanjutnya akan diperkuat. Kemudian, dia meminta RT-RT yang berada di zona merah melakukan langkah micro-lockdown.

Tak hanya itu, Idris mengimbau, berdasarkan keputusan MUI, salat Jumat di Depok untuk sementara ditiadakan. Dia memastikan ibadah agama lainnya juga tidak diperkenankan.

"Sesuai arahan Majelis Ulama Indonesia (MUI), bagi umat Islam yang berada di zona merah COVID-19 dapat mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur di rumah. Kami mengimbau kepada umat Islam untuk mengikuti arahan atau fatwa MUI ini. Demikian pula untuk umat agama yang lainnya, diimbau menghindari pelaksanaan ibadah yang dilakukan secara bersama," ujarnya.

Kemudian, berdasarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/263/Kpts/Dinkes/Huk/2021, beberapa kegiatan dan aktivitas masyarakat juga dibatasi. Keputusan ini berlaku hingga 5 Juli 2021.

Berikut ini poin-poin pembatasan kegiatan masyarakat:

1. Bekerja dari rumah atau WFH 75% dan WFO 25%, WFH bukan liburan.
2. Sektor esensial beroperasi 100% dengan pengaturan protokol Kesehatan secara ketat.
3. Pusat perbelanjaan/mal/supermarket/midi market/minimarket, beroperasi sampai pukul 19.00 WIB, dengan kapasitas 30%. Anak di bawah usia 5 tahun, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia) tidak diperkenankan masuk area tersebut.
4. Pasar rakyat/pasar tradisional beroperasi dari pukul 03.00 sampai pukul 18.00, dengan kapasitas 30%.
5. Restoran/kafe/warung makan/pedagang kaki lima dan sejenisnya, hanya boleh take away.
6. Taman/tempat wisata/wahana keluarga/tempat permainan anak/kolam renang/wahana ketangkasan/bioskop dan sejenisnya untuk sementara ditutup.
7. Aktivitas warga dibatasi sampai dengan pukul 21.00
8. Kegiatan keagamaan, tempat ibadah hanya untuk ibadah wajib dengan kapasitas maksimal 30%. Untuk penguburan jenazah/ takziyah/tahlilan diikuti oleh keluarga maksimal 15 orang. Pengajian rutin, Subuh keliling dan ibadah bersama di luar tempat ibadah untuk sementara ditiadakan.
9. Kegiatan di fasilitas umum dan ruang pertemuan (gedung pemerintah, swasta dan masyarakat), seluruhnya ditutup dan kegiatan rapat, pertemuan, bimtek, workshop dan sejenisnya dilaksanakan secara daring.
10. Kegiatan seni, budaya komunitas, dan pertemuan-pertemuan dilaksanakan secara daring.
11. Resepsi pernikahan/khitanan, hanya diperkenankan untuk akad nikah dihadiri keluarga inti maksimal 30 orang dan untuk khitanan 20 orang.
12. Kegiatan olah raga hanya dilakukan yang bersifat mandiri.
13. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring.
14. Pengaturan tamu dan kunjungan, untuk penerimaan kunjungan kerja dan perjalanan dinas ke luar Depok untuk sementara dihentikan. Untuk tamu keluarga dari luar Depok maksimal 5 orang.
15. Transportasi umum, maksimal 50% dengan waktu dibatasi sampai pukul 22.00
16. Penyebaran informasi, dilarang menyebarkan informasi hoax dan provokatif, baik yang mengatasnamakan agama, budaya, dan yang lainnya.
17. Kegiatan-kegiatan lainnya yang mengumpulkan massa dan kegiatan kerumunan untuk sementara dihentikan.

Simak Video: Ini 20 Wilayah Zona Merah Covid-19, Jawa Tengah Terbanyak!

[Gambas:Video 20detik]



(maa/dhn)