2 Penculik Bocah di Palembang yang Viral Divonis 5 Tahun Penjara

M Syahbana - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 15:24 WIB
Palu Hakim. Ari Saputra. Ilustrasi
Ilustrasi palu hakim (Ari Saputra/detikcom)
Pelembang -

Terdakwa kasus penculikan bocah yang sempat viral, Suhartono (38) dan Sutrisno (31), divonis 5 tahun penjara. Keduanya dinyatakan bersalah dalam kasus penculikan DI (4) yang sempat viral karena meminta uang tebusan pada awal 2021.

Sidang putusan terhadap kedua terdakwa yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (29/6/2021). Majelis hakim diketuai oleh hakim Sahlan Efendi.

Menurut majelis hakim dalam putusannya, terdakwa Suhartono Sutrisno, dinyatakan terbukti melanggar Pasal 76 F jo Pasal 83 UU Perlindungan Anak.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa masing-masing selama 5 tahun penjara, denda Rp 60 juta dengan subsider 3 bulan kurungan," kata hakim Sahlan Efendi saat membacakan putusan.

Sebelumnya, polisi menangkap keduanya karena menculik DI (4). Penculikan itu dilakukan untuk meminta uang tebusan. Aksi keduanya sempat terekam kamera CCTV.

"Berdasarkan keterangan dan keanehan-keanehan kemarin, kita terus melakukan penyelidikan. Kedua tersangka penculikan yang terekam CCTV terhadap seorang bocah sudah kita tangkap," kata Kapolrestabes Palembang Kombes Irvan Prawira kepada wartawan, Minggu (21/2).

Polisi menembak Suhartono karena mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap. Suhartono merupakan eksekutor penculikan yang terekam CCTV. Sedangkan Sutrisno merupakan pemilik motor yang digunakan Suhartono saat melakukan aksi penculikan. Keduanya kemudian ditangkap pada Sabtu (20/2) malam.

"Dari hasil penyelidikan mendalam, tidak butuh waktu lama kedua tersangka pun ditangkap oleh Tim Gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang yang di pimpin langsung Kasat Reskrim dan Wakasat Reskrim," terang Irvan.

"Dari keterangan tersangka SH, ia mengaku sengaja menculik sang bocah demi memenuhi kebutuhan ekonomi. Mungkin karena COVID sekarang sulit, itu yang dijadikannya alasan," sambungnya.

Irvan menyebut Suhartono sudah berkeliling kurang-lebih 1 bulan sebelum beraksi. Sebelum ditemukan, ternyata sang bocah sempat disekap tersangka di rumah kosong.

"Korban sempat disekap. Di dalam rumah kosong tersebut sang bocah diikat tersangka di bagian tangan dan mulut dengan kain," ucap Irvan.

(haf/haf)