Oknum Nelayan di Makassar Tolak Divaksin Adu Mulut dengan TNI AL

Ibnu Munsir - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 12:45 WIB
Makassar -

Vaksinasi COVID-19 yang dilakukan Lantamal VI Makassar kepada warga pesisir Kota Makassar sempat mendapat penolakan dari oknum warga. Bahkan ada nelayan yang terlibat adu mulut dengan personel TNI AL.

Pantauan detikcom di lokasi vaksinasi Lantamal VI Makassar di Pelabuhan Paotere, Selasa (29/6/2021), ketegangan mulai terjadi saat sejumlah personel TNI AL mulai turun ke kapal-kapal nelayan untuk mengajak nelayan divaksinasi. Namun penolakan terjadi karena nelayan mengaku takut akan dampak dari vaksin COVID-19.

"Itu apa, obatnya apa saya ragukan di situ, terlalu banyak masuk (vaksin) dan saya bingung yang mana divaksinkan di situ. Saya ragu di situ, kalau tidak ada viral (vaksin menakutkan) saya tidak takut. Cuma ini viral, saya takut, termasuk diri saya sendiri," kata seorang nelayan.

Dia lantas kembali mempertanyakan isi vaksin yang akan diberikan kepadanya.

"Obatnya apa isinya, apa obatnya apa. Saya cuma lihat viral. Itu saya yang takut dan ragukan di situ," tambahnya.

Sementara itu, Kadiskes Lantamal VI Makassar Letkol Laut David Langgeng berusaha meyakinkan nelayan tersebut. Ia meminta tak mendengar kabar hoax terkait vaksin dan ikut vaksinasi demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Semakin banyak orang divaksinasi, semakin banyak orang sehat. Virus akan ditangkal oleh vaksin. Jangan takut divaksinasi," kata David.

David juga menyebut vaksinasi merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Vaksin juga membuat imunitas masyarakat terjaga.

"Ini bukan melukai masyarakat Indonesia. Kalau Anda sehat, bisa kerja lagi. Tapi kalau kena COVID, pasti susah cari uang untuk makan," jelasnya.

Lebih lanjut David mengatakan vaksinasi ini dikhususkan bagi masyarakat maritim dan pesisir pantai Makassar. Bahkan tercatat saat ini ada 500 warga telah divaksinasi.

"Kita melaksanakan serbuan vaksinasi, bagi masyarakat maritim. Kita sasar semua masyarakat pesisir pelabuhan yang belum melaksanakan vaksinasi. Kita tanya satu per satu dan diharapkan ikut menyukseskan," ujarnya.

"Program pemerintah 1 juta vaksin. Kita dapatkan 500 orang saat sampai hari ini, kita datangi kapal-kapal, pelabuhan, pasar-pasar terdekat di pesisir pantai," tutupnya.

(nvl/nvl)