Ketua KPK Serukan Semangat Antikorupsi Dimulai dari Keluarga

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 12:43 WIB
Proses pelantikan 1.271 pegawai KPK jadi ASN curi perhatian publik. Ketua KPK Firli Bahuri pun angkat suara terkait proses pelantikan para pegawai KPK tersebut.
Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: Andhika Prasetia/Detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh pada hari ini. Firli menyerukan semangat antikorupsi dimulai dari keluarga, sebab keluarga memiliki peran penting dalam membentuk seseorang agar memiliki karakter antikorupsi.

"Keluarga memiliki peran teramat penting bagi kemajuan, masa depan, arah dan tujuan bangsa ini, memperkokoh ketahanan serta konsistensi nasional dalam mewujudkan cita-cita, impian segenap rakyat di republik ini untuk lepas dari perilaku koruptif dan laten korupsi," kata Firli dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (29/6/2021).

Firli mengatakan prinsip antikorupsi dimulai dari sebuah keluarga. Menurutnya, dalam berkeluarga lah terdapat nilai kejujuran hingga etika yang menjadikan karakter pribadi seseorang.

"Dimulai dari sebuah keluarga lah, ruh antikorupsi yang senantiasa menyiratkan nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, moral dan etika, diembuskan ke penjuru kalbu setiap individu yang menjadi bagian dalam keluarga, untuk membentuk karakter keluarga antikorupsi," ujarnya.

Firli menyebut jika dalam konteks pendidikan, keluarga tentu akan membangun karakter pendidikan seseorang dalam nilai antikorupsi. Dengan itu, KPK melakukan upaya-upaya seperti reformasi birokrasi hingga sinergitas antarlembaga.

"Jika dicermati secara utuh dalam konteks pembangunan pendidikan antikorupsi, 'jiwanya' adalah pendidikan karakter. Sebagaimana kita ketahui bahwa muara dari persoalan korupsi adalah hilangnya nilai-nilai antikorupsi dari dalam individu," ucapnya.

"Pemberantasan korupsi telah dilakukan oleh KPK bersama segenap elemen bangsa antikorupsi di republik ini, melalui berbagai upaya, di antaranya dengan reformasi birokrasi, pembangunan zona integritas, perumusan organisasi, sinergitas antarlembaga dan lain sebagainya," tambahnya.

Namun, upaya-upaya tersebut dinilai Firli masih belum cukup, dengan kondisi korupsi yang sudah berakar di Indonesia ini. Dia mengatakan perlu adanya gerakan sosial yang lebih masif dalam membangun budaya antikorupsi.

"Keluarga sebagai bagian dari basis masyarakat, adalah sasaran inti gerakan perubahan sosial budaya masyarakat Indonesia agar tak lagi melihat korupsi sebagai budaya apalagi menjadi kebiasaan dalam setiap tatanan kehidupan di negeri ini," katanya.

Lebih lanjut, Firli menegaskan kembali bahwa keluarga memiliki pengaruh penting dalam budaya antikorupsi. Tak hanya itu, keluarga juga memiliki peran sentral dalam lingkup masyarakat.

"KPK memiliki pandangan bahwa keluarga antikorupsi dapat mempengaruhi individu dan keluarga lainnya serta memiliki peran sentral dalam membangun budaya antikorupsi dalam masyarakat," pungkasnya.

Simak video 'Penampakan Laser Bertulis 'Berani Jujur Pecat' di Gedung KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)