Jadi 35 Titik, Ini Beda Pembatasan dan Pengendalian Mobilitas Jadetabek

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 16:47 WIB
Beberapa ruas jalan di Ibu Kota yang terdampak pembatasan mobilitas tampak sepi kosong melompong. Beginilah potret Jakarta yang tertidur lebih awal.
Beberapa ruas jalan di Ibu Kota yang terdampak pembatasan mobilitas tampak sepi. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Polisi menambah titik pembatasan dan pengendalian mobiiltas warga selama PPKM menjadi 35 kawasan. Lantas apa beda pembatasan dan pengendalian mobilitas warga?

Pembatasan mobilitas warga berarti jalan di lokasi tersebut akan ditutup di jam tertentu. Sementara itu, jalan yang menjadi lokasi pengendalian mobilitas akan tetap dibuka namun kerumunannya dipantau.

"Jadi dalam pengendalian itu tidak kami tutup total seperti pembatasan, masyarakat masih bisa melintas tapi jalan itu akan kita kendalikan secara ketat kerumunannya," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Yogo Purnomo kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Sambodo menyebutkan pembatasan kali ini ditambah 11 titik dari 10 lokasi yang sudah diberlakukan pekan lalu. Sehingga lokasi pembatasan mobilitas kali ini menjadi 21 yang bakal dimulai pukul 21.00 WIB.

Pembatasan mobilitas ini juga diperluas ke kota penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang. Termasuk titik pengendalian yang juga bakal dimulai malam ini.

"14 titik pengendalian mobilitas," ujar Sambodo.

Dia menerangkan perluasan titik pembatasan dan pengendalian ini untuk menekan penularan Corona. Kebijakan ini juga ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi di 10 titik Jakarta yang pekan lalu sudah berlangsung.

"Maka setelah berjalan tujuh hari dan kita evaluasi maka kegiatan tersebut akan kita lanjutkan bahkan titiknya akan kita tambah," ujarnya.

Berikut rincian titik pembatasan dan pengendalian mobilitas warga Jadetabek:

21 lokasi titik pembatasan mobilitas:

1. Kawasan Bulungan, Jakarta Selatan dimulai dari trafic light Bulungan di belakang Gedung Kejaksaan Agung hingga Bundaran Bulungan sampai dengan Jalan Mahakam.
2. Kawasan Kemang, Jakarta Selatan dimulai dari pertigaan Restoran Kem Chik, kemudian depan apartemen Kemang hingga perempatan Mc Donald's dan sampai Jalan Benda.
3. Kawasan Jalan Gunawarman, Jalan Suryo, dan SCBD, Jakarta Selatan. Dimulai dari Jalan Gunawarman mulai dari depan KFC sampai ke pertigaan Apotek Senopati kemudian, lurus ke Santa, Blok S.
4. Kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat.
5. Kawasan Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat mulai Jalan Cikini hingga Jalan Raden Saleh.
6. Kawasan Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat mulai dari traffic light Asia Afrika pertigaan Hotel Fairmont hingga depan pertigaan Jalan Pakubuwono Universitas Moestopo, serta pertigaan Senayan City.
7. Kawasan Jalan Banjir Kanal Timur (BKT) di Jakarta Timur.
8. Kawasan Kota tua mulai dari Jalan Hayam Wuruk hingga Kunir Stasiun Beos.
9. Kawasan Jalan Boulevard Kelapa Gading mulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan.
10. Jalan Apron, Jakarta Pusat
11. Jalan Pemancingan, Jakarta Barat
12. Jalan Kali Pasir, Tangerang Kota
13. Jalan Bandeng Raya, Tangerang Kota
14. Jalan Boulevard, Alam Sutra Serpong
15. Jalan Sutra Utama, Serpong
16. Jalan Klik Gading Serpong, Tangerang Selatan
17. Jalan M. Jasin depan STIE MBI, Depok
18. Jalan M. Jasin, McDonalds, Depok
19. Jalan Boulevard Selatan, Bekasi Kota
20. Jalan Summarecon, Bekasi
21. Jalan Cikarang Baru.

14 titik lokasi pengendalian mobilitas:

1. Jalan Jaksa, Jakarta Pusat
2. Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat.
3. Jalan Jenderal Urip Sumoharjo
4. Jalan Jatinegara Timur, Jakarta Timur.
5. Jalan Sutoyo, Keramat Jati, Jakarta Timur
6. Jalan Raya Bogor depan Pusdikes Jakarta Timur.
7. Jalan Walter Monginsidi, Jakarta Selatan
8. Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan
9. Jalan Cikajang, Jakarta Selatan
10. Jalan Mulawarman, Jakarta Selatan.
11. Jalan Sunter, Jakarta Utara.
12. Jalan Mangga Besar Jakarta Pusat.
13. Jalan Taman Sehati, Cikarang.
14. Jalan Distrik Satu Meikarta, Cikarang.

(idn/imk)