Kasus Corona Meningkat, Cak Imin: Pembatasan Mobilitas Perlu Diperluas

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 20:05 WIB
PKB
Foto: Dok. PKB
Jakarta -

Kenaikan kasus harian COVID-19 terus mencetak rekor baru hingga mencapai 21.342 kasus per Minggu (27/6/2021). Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus infeksi pertama virus corona pada 2 Maret 2020 lalu.

Diketahui, Provinsi DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak ledakan kasus COVID-19. Hari ini, kenaikan kasus Corona di ibu kota kembali mencetak rekor yakni sebanyak 9.394 kasus.

Melihat hal tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah untuk menerapkan pembatasan besar-besaran, setidaknya di Pulau Jawa. Menurutnya, tanpa pembatasan mobilitas besar-besaran di hulu maka penambahan kapasitas faskes sebanyak apapun di hilir tetap tidak akan memadai.

"Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan. Pembatasan mobilitas saya kira perlu segera diperluas. Kalau tetap begini mau nambah faskes berapapun nggak akan cukup," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, Minggu (27/6/2021).

Ketua Tim Pengawas Pencegahan Bencana COVID-19 DPR RI ini mengatakan kurva yang meroket bahkan nyaris vertikal ini mirip dengan kurva infeksi India pada April lalu. Sebagaimana diketahui, kenaikan kasus di India beberapa waktu membuat negara tersebut lumpuh karena tingkat penularan yang sangat tinggi.

Untuk itu, ia menyarankan agar Presiden Jokowi untuk memimpin langsung pengendalian pandemi COVID-19. Bukan lagi melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Ia juga meminta agar Jokowi meninggalkan konsep gas dan rem yang selama ini kerap menjadi jargonnya. Menurutnya, konsep itu bisa menimbulkan persepsi yang berbeda-beda dalam implementasinya. Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menilai akan ada satu komando jika presiden memimpin langsung penanganan pandemi.

"Jangan terus dipertentangkan, pengendalian pandemi itu ya berarti pemulihan ekonomi," tegasnya.

Cak Imin pun mengimbau masyarakat agar taat terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dengan berangkat dari kesadaran. Harapannya, dengan hal ini tidak ada lagi upaya mencari celah untuk melanggar.

Ia menilai kesadaran masyarakat amat dibutuhkan dalam kondisi seperti sekarang ini. Pasalnya, wabah ini menyangkut keselamatan jiwa bersama, bukan lagi urusan orang per orang.

"Masalah pandemi ini menyangkut keselamatan jiwa bersama, bukan lagi urusan kelompok atau orang per orang. Satu saja di antara warga lalai, abai, ceroboh, dan nekat maka berpengaruh terhadap yang lainnya," pungkasnya.

(akn/ega)