IGD RSUD Bekasi Penuh, Walkot Ungkap 40% Pasien dari Luar Domisili

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Jun 2021 23:44 WIB
Jumlah pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi melonjak seiring meningkatnya kasus Corona di Indonesia. Tenda darurat pun didirikan sebagai ruang IGD pasien Corona.
Kondisi di dalam tenda darurat RSUD Kota Bekasi (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Bekasi -

Instalasi gawat darurat (IGD) RSUD dr Chasbullah Abdulmajid (CAM) Kota Bekasi, Jawa Barat, tidak bisa lagi menampung pasien sehingga 3 tenda didirikan untuk dijadikan 'ruang tunggu' sementara. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut, 40 % pasien yang dirawat di RSUD Kota Bekasi tidak berdomisili di Kota Bekasi.

"Wali Kota Bekasi berpendapat bahwa pasien ini hampir 40 % berdomisili di luar Kota Bekasi maka dari itu tidak mungkin untuk menolak warga yang sudah datang ke RSUD CAM," pernyataan Pemkot Bekasi, Sabtu (26/6/2021).

Rahmat Effendi menyebut Pemkot Bekasi dan pihak RSUD Bekasi tetap menerima pasien tersebut selama memiliki KTP Indonesia. Segala upaya terus dilakukan Pemkot Bekasi untuk menambah jumlah tempat tidur pasien.

"Wali Kota hanya inginkan para warga bisa tertampung pada RSUD CAM ini walau bukan ber-KTP dari Kota Bekasi saja, upaya akan disegerakan untuk penambahan bed di dalam tenda BPBD agar tidak lagi memviralkan lewat media sosial," pernyataan Pemkot Bekasi.

Pemkot Bekasi menyebut rumah sakit swasta di Bekasi, sudah full. Sehingga sejumlah pasien Corona berbondong-bondong ke RSUD Bekasi yang menyebabkan kondisi overkapasitas di IGD.

"Karena orang ini sudah dari puskesmas sudah mendapatkan kesulitan, RS swasta juga sudah full, sehingga mereka mencari yang mudah, ya yang mudah itu ke rujukan utama di RSUD Chasbullah ini," kata Rahmat Effendi.

Diketahui belakangan ini, RSUD Kota Bekasi sedang disorot lantaran viralnya sebuah video yang menampilkan pasien meluber hingga tiduran di parkiran dan mobil pikap. Menyikapi hal ini, Pemkot Bekasi beserta pihak rumah sakit menambah 3 tenda darurat dari BPBD.

"Artinya memang kapasitas kita tidak akan selesai kalau kita tidak melakukan upaya dalam hal ini, saya minta kepala Dinkes kepala RSUD untuk memasang tenda (lagi) semua saya tutup parkir kita pindahkan ke lapangan alun-alun parkiran mobil dokter dan jajaran direksi rumah sakit kita arahkan ke Al-Barkah dan area parkir di blok F," tutur Rahmat Effendi.

3 tenda tersebut terpasang di depan RSUD Kota Bekasi. Tenda ini berfungsi sebagai triase atau 'ruang tunggu' untuk menyeleksi pasien baik yang terpapar COVID-19 maupun non COVID-19.

(isa/fas)