Sejak Mei 2021, Kimia Farma Suntikkan 100 Ribu Lebih Dosis Vaksin

Khoirul Anam - detikNews
Sabtu, 26 Jun 2021 23:12 WIB
Kimia Farma
Foto: dok. Kimia Farma
Jakarta -

PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) telah melakukan penyuntikan vaksin lebih dari 100.000 dosis sejak penyuntikan perdana program Vaksinasi Gotong Royong pada 18 Mei hingga 25 Juni. Adapun Plt. Direktur Utama KFD, Agus Chandra, mengungkapkan, rekor tertinggi vaksinasi pekerja mencapai 5.000 dosis dalam sehari di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Rekor tersebut, menurutnya, akan terus bertambah hingga 10.000 dosis per hari.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) dan layanan-lainnya secara profesional dan sesuai arahan Kementerian Kesehatan dan pemerintah dalam memberikan prioritas vaksin," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/6/2021).

Salah satu komitmen itu, kata Agus, yakni distribusi dan penyuntikan vaksin ke wilayah Timur Indonesia, di Kilang Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat pada 11 Juni lalu.

Diketahui, KFD mengirimkan delapan tenaga kesehatan perempuan dari Jakarta untuk melaksanakan vaksinasi tersebut. Tim tenaga kesehatan tinggal di lokasi selama 42 hari untuk memvaksinasi secara bertahap 14.800 pekerja bp Indonesia.

"Kami akan menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Jarak dan kesulitan bukan masalah bagi tim KFD. Vaksin COVID-19 harus bisa diterima oleh seluruh penduduk Indonesia," lanjutnya.

Agus menjelaskan, KFD memiliki 1.200 dokter dan 3.300 perawat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, jika penyuntikan dilakukan serentak, KFD bisa menjangkau 50.000-60.000 orang per hari.

Sementara itu, untuk wilayah Jabodetabek, KFD didukung 143 tim tenaga kesehatan dengan kemampuan penyuntikan vaksin hingga 12.500-15.000 dosis per hari.

"Kekuatan ini didedikasikan untuk Indonesia agar arahan pemerintah untuk mempercepat vaksinasi 1 juta vaksin per hari secara nasional dapat tercapai. Kami berterima kasih kepada KADIN Indonesia yang bekerja sama dengan baik dengan kami dalam program ini. Kerja sama ini dilakukan untuk mempercepat terbentuknya herd immunity secepatnya," tuturnya.

Selama proses vaksinasi, Agus memastikan bahwa produksi Kilang Tangguh LNG tidak terganggu.

"Tantangannya adalah bagaimana mengatur ritme penyuntikan vaksin tanpa mengganggu kegiatan Kilang Tangguh LNG. Apalagi proyek Tangguh 3 ini merupakan proyek strategis nasional yang tidak boleh berhenti. Pengaturan jadwal penyuntikan menjadi kritikal. Bagaimana kombinasi jadwal mereka, sehingga tim di bp Tangguh tetap bekerja, karena mereka memberlakukan aturan ketat, 4 minggu di lokasi produksi, 2 minggu karantina dan beberapa minggu libur," ujarnya.

Agus menegaskan bahwa model vaksinasi on site oleh KFD akan menjamin produktivitas perusahaan. Metode vaksinasi on site ini, yakni KFD mendatangi lokasi tempat bekerja para karyawan atau pekerja di perusahaan tersebut untuk melakukan vaksinasi.

(prf/ega)