Cerita di Balik Foto Viral MCCC Muhammadiyah Makamkan Jenazah Covid Kristen

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 16:09 WIB
Relawan Muhammadiyah Makamkan Jenazah Corona Kristen
Relawan Muhammadiyah memakamkan jenazah Corona. (Foto: Twitter @Abe_Mukti)
Jakarta -

Foto relawan Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) saat memakamkan jenazah warga Kristen yang terpapar Corona viral di media sosial. Relawan Muhammadiyah dilibatkan setelah diminta Pemkab Kudus karena angka kematian akibat Corona terus meningkat.

Foto relawan Muhammadiyah memakamkan jenazah warga Kristen itu salah satunya diunggah di Twitter oleh Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti seperti dilihat, Jumat (25/6/2021). Mu'ti menuliskan pesan tentang persatuan.

"Bencana yang mempersatukan," tulis Mu'ti.

Cerita di balik foto itu kemudian diungkap oleh Asistensi MCCC Jawa Tengah untuk Kudus, Fathul Faruq. Dia menjelaskan saat itu petugas dari Pemkab sudah kewalahan sehingga semua relawan dikumpulkan.

"Tim MDMC diminta oleh tim pemakaman Kabupaten untuk membantu di seluruh rumah sakit. Jadi sejak angka kematian naik (mencapai 50 per hari), tim dari Kabupaten tidak sanggup. Akhirnya teman-teman relawan dikumpulkan untuk membuat tim. Karena Muhammadiyah sudah punya, kita tinggal mengaktifkan saja dan membantu seluruh rumah sakit di Kabupaten Kudus," kata Fathul dikutip dari situs Muhammadiyah.

Fathul menceritakan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kudus itu mendapat jadwal mengambil jenazah dari BPD ke RS Mardi Rahayu yang memang milik Kristen. Tim saat itu dibagi dua untuk gantian istirahat.

"Jenazah terdiagnosis positif COVID-19. Untuk satu tim kita ada delapan orang, kemudian kita menyediakan dua tim yang kita switch bergantian untuk istirahat," tutur Fathul.

Menurut dia, angka kematian di Kudus sampai saat ini masih berada di angka 20-30 per hari.

"Kalau kenaikan kasusnya sudah mulai turun, tetapi juga belum terlihat secara pasti kecenderungannya. Penumpukan PCR di Provinsi itu kalau keluarnya bersama kecenderungannya kan angka positifnya naik secara signifikan, padahal sebenarnya itu tergantung alat tes yang ada di Provinsi," jelasnya.

Dia lantas mengimbau masyarakat selalu menjaga diri dan keluarga. Bagi warga yang tidak mampu isolasi mandiri, disarankan menjalani isolasi terpusat.

"Kalau tidak mampu melakukan isolasi mandiri di rumah, lakukan isolasi terpusat di tingkat desa. Jadi biar yang merawat tetap saudaranya sendiri," kata Fathul.

MCCC Kudus mendorong tempat isolasi terpusat itu berada di desanya masing-masing dan dikelola oleh desa. Dengan demikian, kondisi psikologis orang yang melakukan isolasi itu merasa lebih dekat dengan keluarganya dan menurunkan tingkat stres.

"Jadi dengan itu semoga saja lebih memaksimalkan upaya penyembuhan," ucap Fathul.

Tonton juga Video: Tim Pemakaman Covid-19 di Yogya Kewalahan Kasus Kematian Meningkat

[Gambas:Video 20detik]



(knv/imk)