RI Minta Korsel Tingkatkan Perlindungan 5.950 ABK WNI

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 15:11 WIB
Jakarta -

Menlu Korea Selatan Chung Eui-yong bertemu dengan Menlu RI Retno LP Marsudi dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia. Salah satu yang disinggung Menlo Retno dalam pertemuan tersebut adalah perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dan ABK WNI.

"Saat ini tercatat sebanyak 33.000 PMI yang di RoK, termasuk di antaranya 5.950 ABK WNI yang bekerja di kapal ikan Korea Selatan. Saya telah meminta perhatian Menteri Chung untuk terus meningkatkan pelindungan pagi PMI, termasuk ABK WNI di Korea Selatan," kata Retno dalam pernyataan pers, Jumat (25/6/2021).

Retno lantas mengungkapkan soal kemajuan yang telah dicapai. Pada Mei 2021, telah ditandatangani MoU di bidang hubungan kerja dan tenaga kerja bagi awak kapal perikanan yang bekerja di kapal ikan Korea Selatan untuk ukuran 20 ton ke atas.

"Saya juga mendorong agar dapat segera dimulai pembahasan mengenai pengaturan dan pelindungan bagi ABK WNI yang bekerja di kapal-kapal long-line milik Korea Selatan," ujar Retno.

"Saya juga meminta perhatian Menteri Chung agar re-entry dan penempatan baru pekerja migran Indonesia di Korea Selatan dapat segera dibuka," sambung Retno.

Kerja Sama Bidang Kesehatan

Pertemuan Menlu Retno dan Menlu Chung juga membahas peningkatan kerja sama di bidang kesehatan. Beberapa kerja sama yang sudah dilakukan di antaranya pengadaan APD hingga obat-obatan.

Retno juga menyambut baik beberapa kerja sama yang sedang berlangsung. Salah satunya pengembangan vaksin.

"Pertama, pengembangan vaksin, kerja sama antara PT Kalbe Farma dan Genexine yang rencananya akan melakukan uji klinis tahap 2 dan 3 di Jakarta dan Jawa Tengah pada Juli 2021. Jika semua tahapan terlewati dengan baik, maka diharapkan vaksin akan tersedia di akhir tahun 2021. Kedua, pengembangan terapeutik, kerja sama antara National Institute of Health Research and Development and Daewoong Infion; serta PT Kalbe Farma dan Genexine (GX-17) dalam produksi obat COVID-19 yang saat ini sudah dalam tahap pengujian," beber Retno.

"Ketiga, kerja sama alat diagnostik, dengan adanya rencana prospek investasi perusahaan diagnostic Korea SD Biosensor dan Sugentech untuk membuka pabriknya di Indonesia," sambung dia.

(knv/imk)