Menlu RI-Korea Selatan Kerja Sama Kembangkan Vaksin-Obat Corona

Antara News - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 13:09 WIB
Menlu Retno bersama Menlu Korsel Chung Eui-yong
Foto: Menlu Retno bersama Menlu Korsel Chung Eui-yong (Dok Antara)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dan Menlu Korea Selatan Chung Eui-yong menyepakati kerja sama terkait penanggulangan virus Corona (COVID-19). Retno mengungkap pentingnya kerja sama ini dalam menghadapi situasi pandemi.

"Di masa sulit selama pandemi COVID-19, Korea Selatan merupakan salah satu negara di mana Indonesia menjalin kerja sama kesehatan," kata Retno dikutip dari Antara, Jumat (25/6/2021).

Retno menyampaikan sejumlah kerja sama yang telah dilakukan dengan Korea Selatan antara lain pengadaan alat pelindung diri (APD), peralatan diagnostik, dan obat-obatan. Retno juga menyambut baik kerja sama pengembangan vaksin antara PT Kalbe Farma dan Genexine, pengembangan vaksin ini rencananya akan dilakukan uji klinis tahap 2 dan 3 di Jakarta dan Jawa Tengah pada Juli 2021.

"Jika semua tahapan terlewati dengan baik, maka diharapkan vaksin akan tersedia di akhir tahun 2021," tuturnya.

Kedua negara juga menjalin pengembangan terapeutik, yang merupakan kerja sama antara National Institute of Health Research and Development and Daewoong Infion; serta PT Kalbe Farma dan Genexine (GX-17) dalam produksi obat COVID-19 yang saat ini sudah dalam tahap pengujian. Kerja sama alat diagnostik juga tengah dirintis dengan adanya rencana prospek investasi perusahaan diagnostik Korea SD Biosensor dan Sugentech untuk membuka pabriknya di Indonesia.

Selain itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI dan Badan Kerja Sama Internasional Korea (KOICA) telah menandatangani Minutes of Understanding on Inclusive Program for COVID-19 Response senilai 4 juta dolar AS (sekitar Rp 57,7 miliar). Hal ini diharapkan dapat mendukung berbagai program penanggulangan pandemi serta dampak sosial ekonominya di Indonesia.

"Berbagai kerja sama ini tentunya diharapkan dapat memperkuat industri kesehatan nasional dan meningkatkan kesiapsiagaan kita menghadapi ancaman pandemi di masa depan," ujar Retno.

Sementara itu, Menlu Korea Selatan, Chung Eui-yong mengungkapkan Indonesia dan Korea Selatan telah sepakat untuk aktif bekerja sama secara internasional untuk mendorong kesetaraan akses vaksin COVID-19.

"Kita juga sepakat untuk memperluas kerja sama pengembangan dan ketersediaan vaksin," tutur Menlu Chung Eui-yong.

Dalam paparannya, Menlu Chung menjelaskan bahwa Presiden Moon Jae-in telah menyampaikan komitmen senilai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,9 triliun kepada fasilitas berbagi vaksin untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah (COVAX AMC), di mana Indonesia merupakan salah satu ketua bersamanya (co-chair). Melalui sumbangan tersebut, pemerintah Korsel berharap dapat mendukung Indonesia dan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) lainnya dalam mendatangkan dan mendistribusikan vaksin.

"Kami menyampaikan apresiasi tinggi kepada Indonesia yang mengemban peranan besar sebagai co-chair COVAX AMC. Kami yakin bahwa Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 tahun depan juga akan memberikan kontribusi besar dalam mengatasi COVID dan pemulihan ekonomi," tutur Menlu Chung.

Di sela-sela kunjungannya ke Jakarta, Chung juga meminta perhatian khusus bagi warga Korea Selatan di Indonesia agar dapat mengikuti vaksinasi COVID-19 tanpa pandang bulu.

(run/zap)