TB Hasanuddin: Wakil Panglima Tak Terlalu Urgen, Ada Kasum TNI!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 11:33 WIB
Mayor Jenderal TNI Purn. Tubagus Hasanuddin, S.E., M.M. lahir di Majalengka, Jawa Barat, 8 September 1952 umur 62 tahun adalah seorang mantan perwira tinggi TNI-AD yang sejak 1 Oktober 2014 mengemban amanat sebagai Anggota DPR RI. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto: TB Hasanuddin (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut bahwa pekan depan ada informasi akurat perihal pengangkatan Wakil Panglima TNI. Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai posisi Wakil Panglima TNI tidak terlalu dibutuhkan.

"Menurut hemat saya, tidak terlalu urgenlah wakil panglima itu. Mengapa? Karena kan tugasnya sudah di-handle oleh ada namanya kepala staf umum, kasum, Kasum TNI," kata Hasanuddin kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

"Dan kalau pada suatu saat berhalangan bisa diwakilkan, bisa menunjuk untuk acara-acara tertentu diwakilkan kepada mereka yang ditunjuk oleh Panglima TNI," imbuhnya.

Lalu, apakah isu soal Wakil Panglima TNI ini juga dibicarakan di Komisi I DPR? TB Hasanuddin menyebut soal Wakil Panglima TNI bukan termasuk program TNI.

Sekadar informasi, Komisi I DPR merupakan alat kelengkapan dewan (AKD) yang memiliki ruang lingkup tugas di bidang pertahanan. Kementerian Pertahanan dan TNI merupakan sejumlah mitra kerja Komisi I DPR.

"Begini, itu bukan program, tidak termasuk program anggaran, tidak termasuk program yang lain-lain. Jadi kalau orang mau bicara soal itu sesuatu, ya silakan saja," terang anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP itu.

Hasanuddin juga menceritakan sejarah jabatan wakil panglima di tubuh TNI. Purnawirawan TNI ini menyebut jabatan wakil panglima sudah dua kali ditiadakan.

"Hanya saja, kalau saya melihatnya urusan Wakil Panglima TNI itu pernah 2 kali, tetapi ternyata tidak jadi. Satu pada saat era Gus Dur, Wakil Panglima waktu itu Jenderal Fachrul Razi. Kemudian wakil panglima itu ditiadakan," sebut Hasanuddin

"Kemudian akhir-akhir ini pernah juga ada perpres wakil panglima. Tetapi dengan berbagai pertimbangan tidak dilaksanakan," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa keputusan mengenai ada atau tidak Wakil Panglima TNI akan ditentukan pekan depan. Namun Ngabalin tidak menjelaskan tanggal pengumuman itu.

"Karena itu, kalau tidak ada aral melintang pekan depan kita sudah bisa mendapatkan informasi yang akurat terkait dengan pengangkatan wakil panglima TNI," ungkap Ngabalin.

(zak/gbr)