Mantul! Lahan Tidur di Jemur Wonosari Disulap Jadi Sentra Kerajinan Pot

an - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 16:53 WIB
DPRD Kota Surabaya
Foto: DPRD Kota Surabaya
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A Hermas Thony mengaku terkesima bahkan iri dengan upaya sinergi yang dilakukan oleh Kelurahan dan LPMK Jemur Wonosari. Kolaborasi antara keduanya juga mendapatkan support secara langsung dari pihak Kecamatan Wonocolo.

"Saya kesengsem kerja kolaboratif warga dan kelurahan untuk menggerakkan ekonomi warga," kata Thony dalam keterangan tertulis, Kamis (24/6/2021).

Hal ini dikatakan AH Thony saat mengunjungi perajin pot bunga bersama Lurah Jemur Wonosari Dwi Anggara Widya Sukma. Dalam kesempatan itu, keduanya juga memberikan support secara langsung kepada para perajin.

Diakui oleh para perajin yang membuat mereka lebih giat dan fokus membuat pot dengan berbagai ukuran yakni mereka tidak perlu kebingungan lagi untuk mencari lokasi.

Mereka kini menempati fasilitas umum yang dulunya adalah lahan pertanian yang sudah tak digunakan atau lahan tidur milik kelurahan setempat yang disulap menjadi sentra kerajinan pot bunga. Dalam sehari mereka bisa menyelesaikan 25 pesanan pot.

Pemanfaatan fasilitas umum (fasum) untuk warga ini diapresiasi oleh Thony. Menurutnya, berkat dukungan penuh DPRD dan Pemkot, lahan tidur di Jemur Wonosari menjadi lahan produktif. Selain untuk sentra kerajinan pot bunga juga menjadi lahan tanaman pangan.

"Sebelumnya warga Jemur Wonosari juga sudah menjadikan fasum untuk tanaman sayur, buah, dan tanaman pangan lain. Hasilnya untuk dijual kepada warga. Kini dikembangkan menjadi sentra kerajinan pot. Harus terus diperkuat demi bangkitnya ekonomi warga di tengah pandemi," ujar Thony.

Politisi Gerindra ini melihat banyak manfaat atas pemberdayaan fasum untuk basis ekonomi kerakyatan di kampung. Saat ini sudah ada 8 warga Kampung Jemur yang diberdayakan. Setidaknya ada kegiatan produktif dan menghasilkan di tengah hantaman pandemi.

Sementara itu, produk pot bunga teraso buatan warga Jemur Wonosari kini banyak diminati karena harganya terjangkau. Banyak kampung-kampung di Wonocolo sudah banyak memakai produk pot mereka. Bahkan, produk warga ini juga sudah disuplai untuk apartemen.

Lebih lanjut, di tengah pandemi COVID-19 para perajin juga terus mengasah skill dan keterampilan membuat pot berbahan semen dan pasir itu dengan berbagai ukuran serta mengisi hari-hari dengan kegiatan produktif.

"Kami senang banyak peminat. Maklum pandemi mendorong banyak warga berkebun di rumah dengan media tanam pot," imbuh salah satu warga perajin pot Teguh Sugianto.

Di sisi lain, Lurah Dwi Anggar menuturkan kehidupan warga harus tetap berjalan di tengah pandemi. Kelurahannya beruntung warganya dengan dukungan penuh pimpinan DPRD AH Thony bisa terus produktif meski dalam hantaman pandemi, sehingga pasar pot akan terus diminati.

"LPMK di sini juga produktif. Ini hal baru warga bisa bersama-sama menekuni kerajinan pot bunga dari semen. Selain untuk aktivitas keseharian juga bisa untuk tambahan pemasukan. Semoga produknya makin diminati," tutur Anggara.

(ega/ega)