DPRD Surabaya: Jangan Sampai Ada Pasien COVID-19 Ditolak!

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 17:11 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah
Jakarta -

Dalam beberapa hari terakhir, kasus positif Corona di Bangkalan, Jatim naik drastis. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah mengingatkan agar terus melakukan sejumlah langkah demi mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

Apalagi menurutnya, Surabaya merupakan daerah yang bersinggungan langsung sehingga berisiko terhadap penyebaran COVID-19.

"Masih akan saya cek kebenarannya. Informasinya banyak RS mulai penuh. Jangan sampai ada pasien COVID ditolak karena bed tidak mencukupi," kata Laila dalam keterangan tertulis, Selasa (22/6/2021).

Dia menilai ketersediaan tempat tidur dan kamar di RS bagi pasien COVID-19 diperlukan. Tidak hanya untuk memenuhi tata laksana klinis, tapi juga untuk menjamin layanan bagi pasien demi meningkatkan imun dan kondisi psikologi mereka.

Diungkapkan Laila jika ada pasien ditolak karena alasan bed penuh akan memperburuk kondisi mereka dan keluarga. Oleh karena itu , dia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinkes, perkumpulan seluruh RS, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menyikapi secara serius ancaman lonjakan pasien tersebut.

Sementara itu, hasil Penyekatan Suramadu menunjukkan sudah banyak warga yang terkonfirmasi positif Corona. Selanjutnya mereka harus melakukan isolasi. Namun bila timbul gejala klinis maka akan dirujuk ke RS.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony yang turun ke lokasi penyekatan mengatakan banyak warga sudah memiliki kesadaran untuk di-swab.

"Kesadaran ini bisa diperluas di masyarakat," kata Thony.

Politisi Gerindra ini juga mengapresiasi warga yang dengan sadar dan tidak ada pemaksaan melakukan pemeriksaan swab. Menurutnya di awal pandemi merupakan hal menakutkan, tapi sekarang swab menjadi kebutuhan.

"Kami juga melihat di penyekatan Suramadu juga makin banyak yang datang untuk swab. Mereka tidak perlu dihentikan oleh pak polisi, tetapi mereka parkir dan langsung swab," terangnya.

Dia berharap kesadaran masyarakat ini menjadi contoh bagi bagi masyarakat lainnya. Sebab dia menyebut dengan semakin banyak masyarakat yang sadar untuk melakukan swab menjadi langkah awal penyelamatan.

Simak video 'Waspada! Ini Daftar 10 Titik Zona Merah di Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)