Residivis Penjambret Bule di Bali Ditangkap, Sudah Beraksi di 14 TKP

Sui Suadnyanya - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 14:25 WIB
Residivis penjambret bule di Bali ditangkap polisi (Sui/detikcom).
Residivis penjambret bule di Bali ditangkap polisi. (Sui/detikcom)
Gianyar -

Polisi menangkap dua orang pelaku jambret yang kerap menarget wisatawan asing dalam aksinya. Keduanya ditangkap setelah menjambret bule di Jalan Raya Singapadu, Banjar Sengguan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

"Waktu itu (Selasa, 15 Juni) pelaku melakukan penjambretan dengan korban wisatawan asal Rusia. Korban dipepet oleh dua tersangka yang mengendarai sepeda motor, salah seorang tersangka kemudian merampas HP korban sampai korban terjatuh," jelas Kapolsek Sukawati AKP I Made Ariawan P dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (24/6/2021).

Menurut Ariawan, korban sempat melakukan perlawanan saat kejadian sehingga menyebabkan pelaku juga terjatuh. Saat itu kebetulan terdapat petugas di tempat kejadian perkara (TKP) sehingga salah satu pelaku bernama Ketut Tomi Pastika Jaya (19) bisa diamankan, namun satu lagi berhasil melarikan diri.

"Dari keterangan tersangka atas nama I Ketut Tomi Pastika Jaya, ia mengakui beraksi melakukan pencurian bersama dengan temannya bernama I Wayan Mupu," ungkap Ariawan.

Unit Reskrim yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan rekan tersangka. Akhirnya pada Selasa (15/6/2021), tim operasional Unit Reskrim Polsek Sukawati mengetahui keberadaan pelaku yang kabur tersebut di wilayah Denpasar.

"Unit opsnal melihat pelaku yang sedang melintas di Gang Tunjung Biru, Jalan Gunung Agung, Denpasar. Saat tersangka akan diamankan sempat melakukan perlawanan dan mau melarikan diri, bahkan sempat membuang anak kecil yang sedang dibonceng, juga sempat menggigit tangan anggota kami saat diamankan," terang Ariawan.

Ariawan menuturkan, dari interogasi yang dilakukan, kedua tersangka mengaku telah beraksi di 14 TKP selama tiga bulan terakhir. Delapan TKP di antaranya dilakukan di Jalan Sunset Road, Kuta, Denpasar. Sementara itu, enam TKP lainnya di wilayah Sukawati, Gianyar.

"Mereka spesialis menjambret HP milik wisatawan, menunggu dan mengintai wisatawan tersebut lengah ketika menggunakan HP untuk melihat Google Maps. Saat itulah mereka menjambret korbannya," ungkap Ariawan.

Kebanyakan HP yang dijambret jenis Iphone dan dijual secara online ke wilayah Serang, Banten dan Solo, Jawa Tengah. Hasil penjualan tersebut dipakai oleh tersangka untuk judi online dan kebutuhan sehari-hari.

Tersangka atas nama Tomi merupakan residivis kasus jambret yang keluar penjara pada 2020. Sedangkan Mupu pernah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Gianyar pada 2019 atas kasus yang sama.

"Kedua tersangka asalnya sama dari Desa Songan B, Kintamani, Bangli. Kedua tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancamannya 12 tahun penjara," tegas perwira yang pernah bertugas di Sudan, Afrika, ini.

Lihat juga video 'Detik-detik Jambret di Makassar Dibekuk, Kerap Sasar Jemaah Masjid':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)