Hakim ke Habib Rizieq: Perbuatan Terdakwa Meresahkan Masyarakat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 12:05 WIB
Jakarta -

Habib Rizieq divonis 4 tahun penjara karena dinyatakan bersalah lantaran menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi hingga menimbulkan keonaran. Hakim menilai perbuatan Habib Rizieq meresahkan masyarakat.

"Hal memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat," kata hakim saat membaca surat putusan di PN Jaktim, Kamis (24/6/2021).

Diketahui, hakim mengatakan Habib Rizieq terbukti menyiarkan berita bohong karena Habib Rizieq dalam video yang diunggah YouTube RS Ummi menyatakan dirinya sehat. Padahal, menurut hakim, saat itu dia statusnya reaktif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab antigen.

"Menimbang bahwa majelis hakim berpendapat terdakwa memang belum di-PCR, dan baru di-antigen, namun berdasarkan Kepmenkes tentang pedoman pencegahan pengendalian COVID-19 kondisi seperti ini disebut probable COVID-19 sehingga, menurut majelis hakim, walaupun belum dilakukan swab PCR, tetap saja terdakwa tidak bisa dikatakan sehat, karena terdakwa probable COVID-19, sehingga informasi yang disampaikan terdakwa adalah terlalu dini dan mengandung kebohongan, karena tidak sesuai fakta karena terdakwa sudah tahu dirinya reaktif COVID-19, namun terdakwa tetap mengatakan 'kita sudah rasa segar sekali, alhamdulillah hasil pemeriksaan baik dan mudah-mudahan hasil ke depan baik' tanpa menunggu hasil PCR sehingga majelis berkyakinan terdakwa telah siarkan kabar bohong," ungkap hakim.

"Menimbang oleh karena itu, cerita ayah, anak, dan dokter yang selalu dipaparkan terdakwa sebagai pembanding RS Ummi tidak ada relevansinya karena berbeda, menimbang dengan demikian unsur menyebarkan berita bohong telah terpenuhi," tegas hakim.

Hakim juga menyebut pernyataan Habib Rizieq, Hanif Alatas, dan Dirut RS Ummi dr Andi Tatat yang menyatakan kondisi Habib Rizieq baik-baik saja telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Menurut hakim, video yang disiarkan RS UMMI masuk ke kategori keonaran.

Selain itu, hakim menyatakan perbuatan Habib Rizieq dilakukan bersama dengan menantunya, Muhammad Hanif Alatas, dan Dirur RS Ummi dr Andi Tatat. Ketiganya dinyatakan hakim bekerja sama menyebarkan berita bohong terkait kondisi Habib Rizieq.

"Majelis hakim berkeyakinan terdakwa, Muhammad Hanif Alatas, dan Andi Tatat adalah memiliki niat sama yang menutupi kondisi terdakwa reaktif COVID-19/probable COVID-19, mereka menyampaikan tersebut dengan menyampaikan pemberitaan dan membuat video dengan mengatakan kondisi terdakwa sehat-sehat saja, padahal terdakwa reaktif COVID-19 sehingga jelas ada kerja sama dari mereka bertiga sehingga untuk mencapai tujuan yang sama," pungkas hakim.

Atas dasar itu, Habib Rizieq bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(zap/imk)