Wakapolda Metro-Pangdam Jaya Merapat ke Balai Kota, Ada Apa?

Wilda Nufus - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 12:04 WIB
Gedung Balai Kota DKI Jakarta
Gedung Balai Kota DKI Jakarta (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji mendatangi Balai Kota DKI Jakarta. Keduanya terlihat di Blok G Balai Kota.

Pantauan di lokasi, Hendro dan Mulyo keluar dari Gedung G Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (24/6/2021), pukul 11.24 WIB. Hendro dan Mulyo tampak mengenakan seragam dinas.

Wakapolda Metro-Pangdam Jaya Merapat ke Balai Kota.Wakapolda Metro-Pangdam Jaya Merapat ke Balai Kota (Wilda/detikcom)

Namun tujuan kedatangan Hendro dan Mulyo belum diketahui. Hendro terlihat keluar lebih dulu dari Gedung G sekitar pukul 11.20 WIB. Hendro dan Mulyo tak menyampaikan keterangan terkait kedatangannya di Balai Kota.

Belum diketahui apa yang dibahas dalam pertemuan di Balai Kota ini. Baik Hendro maupun Mulyo langsung masuk ke mobil dinas masing-masing dan meninggalkan Balai Kota DKI.

Wakapolda Metro-Pangdam Jaya Merapat ke Balai Kota.Wakapolda Metro-Pangdam Jaya Merapat ke Balai Kota (Wilda/detikcom)

Sebelumnya, perlu diketahui, Polda Metro Jaya menyebut Gubernur DKI Anies Baswedan meminta penambahan titik pembatasan mobilitas di Jakarta. Polisi pun segera menindaklanjuti permintaan ini.

"Ada salah satu asisten dari pak gubernur yang sudah menyampaikan ke kami tentang penambahan beberapa titik untuk dilaksanakan juga pembatasan mobilitas," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat meninjau titik pembatasan di Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa malam (22/6).

Sambodo mengatakan pihaknya akan melakukan kajian berdasarkan hasil evaluasi penerapan pembatasan mobilitas, yakni pada 10 titik yang sedang berlangsung.

"Kalau kemudian (pembatasan) ternyata dianggap berhasil, tentu tidak menutup kemungkinan ada penambahan kawasan dari 10, mungkin jadi berapa," ujarnya.

Sambodo menyebut ada sejumlah ruas jalan yang disarankan sejumlah pihak untuk diberlakukan pembatasan. Terkait hal ini, dia akan mempelajari arus lalu lintas serta situasi di lokasi terlebih dahulu.

"Kayak misalkan saat ini kita berada di jalan Cikini. Kalaupun Jalan Cikini kita laksanakan pembatasan lalu lintas tapi orang-orang yang menuju arah Menteng kan masih bisa lewat jalan Cut Mutia dan sebagainya. Tentu lokasi-lokasi seperti itulah yang akan kita pilih," jelasnya.

"Kedua, seberapa urgen untuk menutup kawasan tersebut. Artinya, apakah kawasan itu memang perlu dilaksanakan pembatasan mobilitas atau cukup kawasan pengendalian," sambung Sambodo.

(idn/idn)