Walkot Makassar Terapkan PPKM Mikro Jokowi: Pukul 20.00 Tak Ada Aktivitas!

Ibnu Munsir - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 11:04 WIB
Wali Kota Makassar Danny Pomanto (Ibnu Munsir/detikcom).
Wali Kota Makassar Danny Pomanto (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah melonjaknya kasus COVID-19. Danny melarang warga Makassar beraktivitas di luar rumah mulai pukul 20.00 Wita.

"Setiap jam 8 malam (pukul 20.00 Wita) kita sudah tidak beraktivitas lagi, ada pembatasan," kata Danny saat ditemui di kediamannya di Makassar, Kamis (24/6/2021).

Danny mengatakan awalnya Pemkot Makassar telah merancang PPKM mikro sendiri sebelum ada instruksi PPKM mikro dari pemerintah pusat. Pihaknya lalu memilih menjalankan PPKM mikro sesuai arahan pusat.

"PPKM Mikro dari pemerintah pusat yang baru saja diluncurkan tiga hari lalu bagi kami wajib untuk dilaksanakan. Memang Pemerintah Kota Makassar tadinya sudah mempersiapkan jam malam pada malam Minggu, tapi alhamdulillah PPKM mikro ini malah lebih dari itu," kata Danny.

Meski masyarakat dilarang beraktivitas di luar rumah mulai pukul 20.00 Wita, Danny memastikan ekonomi tetap tumbuh di Makassar. Hal ini karena usaha makan dan minum boleh buka 24 jam dengan sistem jual beli pesan-antar ke pelanggan.

"Bisnis makan dan minum diperkenankan buka 24 jam dengan antar-jemput, itu diperbolehkan," ujarnya.

"Jadi sebenarnya apa yang disampaikan oleh pemerintah pusat sangat bijak sekali sehingga Pemerintah Kota Makassar sangat bersyukur atas perintah PPKM mikro di Kota Makassar oleh Bapak Presiden," lanjutnya.

Kasus COVID Makassar Terbanyak dari Luar

Danny mengatakan kasus COVID-19 di Makassar saat ini terbanyak dari warga luar yang masuk ke Makassar. Untuk itu, Danny akan menerapkan kebijakan double screening atau pemeriksaan ketat di pelabuhan dan bandara.

"Kecenderungan sumbangsih COVID-19 di Makassar itu lebih banyak dari orang luar masuk ke dalam. Contoh misalnya klaster yang dirilis Pemerintah Provinsi, 49 dari klaster taruna Angkatan Laut, itu rata-rata orang dari luar," ujarnya.

"Pernah juga ada klaster pekerja yang jumlahnya hampir 98, itu dari luar. Nah, sehingga kami ingin membuat double screening dari bandara dan di pelabuhan ketika ada orang ingin masuk ke Makassar," lanjutnya.

Untuk diketahui, hingga Rabu (23/6) kasus COVID-19 yang terkonfirmasi aktif di Kota Makassar sebanyak 493 orang, di mana 198 pasien dengan gejala dan 295 pasien dengan kategori orang tanpa gejala.

Sementara itu, kasus kumulatif COVID-19 tercatat sebanyak 30.845 orang, di mana 29.807 orang atau 96,6 persen dinyatakan sembuh, 545 atau 1,8 persen meninggal dunia, dan 493 masih terkonfirmasi aktif terjangkit COVID.

Simak video 'Instruksi Jokowi ke Gubernur: Pertajam PPKM Mikro, Optimalkan Posko':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/idh)