Ini Penyebab Corona di Indonesia Melonjak Lagi Menurut Kemenkes

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 15:03 WIB
Plt. Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwo
Maxi Rein Rondonuwo (Tangkapan layar youtube Kemenkominfo)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan lonjakan kasus Corona saat ini lantaran masyarakat melakukan silaturahmi setelah pengetatan Lebaran Idul Fitri. Kemenkes menyebut lonjakan kasus COVID-19 saat ini melewati kenaikan kasus usai Natal 2020 dan tahun baru 2021.

"Peningkatan kasus kalau dilihat di setiap event libur. Kita tahu terakhir sebelum Idul Fitri, Natal-tahun baru, Nataru itu kasusnya meningkat, nah itu puncaknya di bulan Februari, Maret-April sudah mulai turun, Mei," kata Plt Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwo, dalam dialog di kanal YouTube Kemkominfo TV, Rabu (23/6/2021).

"Tetapi sesudah kita liburan Idul Fitri, pengetatan bagus, tetapi sesudah pascaliburan rupanya banyak memanfaatkan sesudah Idul Fitri melakukan silaturahmi, ketemu-ketemu dan kasus ini mulai naik, bahkan kasus ini sudah melewati saat libur Nataru kasus ini," lanjutnya.

Faktor lain yang mempengaruhi lonjakan kasus Corona ini, kata Maxi, adalah terjadi penularan yang sangat signifikan di beberapa daerah. Selain itu, masuknya varian corona dari India ke Indonesia yang menular lebih cepat.

"Hal ini dipengaruhi, pertama, lonjakan-lonjakan kasus ini secara eksponensial di daerah-daerah tertentu ini terjadi akibat dari pada varian baru, varian yang kita kenal varian Delta, varian India. Berikut lagi mau varian apa pun tentu ada kelalaian dari pada protokol kesehatan, kenapa virus itu bisa masuk," kata dia.

Maxi juga menyoroti protokol kesehatan yang mulai abai di tengah-tengah masyarakat yang berimbas pada lonjakan kasus Corona. Saat protokol kesehatan itu kendur, Maxi menilai di situlah varian baru lebih cepat menular.

"Sebenarnya virus apapun kalau protokol kita jalan bagus orang masih setia menggunakan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menjauhi mobilitas, saya kira seharusnya bisa teratasi, tetapi terutama protokol mulai kendur, adanya varian baru di situlah kasusnya yang meningkatnya secara tajam," katanya.

Lihat Video: Banyak Warga Silaturahmi Lebaran, Pengaruhi Lonjakan Covid-19

[Gambas:Video 20detik]