Ini BMW X-5 yang Disebut Jampidsus Kejagung dari Pinangki untuk Negara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 12:57 WIB
Mobil BMW Jaksa Pinangki
Foto mobil BMW X-5 Pinangki yang dirampas untuk negara (Tiara Aliya/detikcom)

Mobil Pinangki Dirampas

Hingga pada sidang pembacaan putusan, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memutuskan agar mobil Pinangki itu dirampas untuk negara. Selain mobil, hakim merampas BPKB dan STNK mobil Pinangki Sirna Malasari.

"Barang bukti nomor 29.1 berupa 1 unit mobil BMW X5 warna biru tua dengan nopol F 214 milik Pinangki Sirna Malasari beserta kunci warna hitam dengan lambang BMW. Barang bukti nomor 30 berupa 1 buah asli BPKB, nomor 31 berupa STNK untuk kendaraan BWM nomor polisi F-214 atas nama Pinangki Sirna Malasari tahun pembuatan 2020, dirampas untuk negara," tegas hakim ketua Ignasius Eko Purwanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/2/2021).

Pinangki saat itu divonis hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan. Pinangki dinyatakan hakim terbukti menguasai suap USD 450 ribu dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA), dan melakukan TPPU, serta melakukan permufakatan jahat.

Tidak terima dengan putusan itu, Pinangki mengajukan banding ke PT DKI Jakarta. Lalu, PT DKI memangkas hukuman Pinangki dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara dengan alasan Pinangki perempuan dan seorang ibu dari anak yang masih balita.

Karena pengurangan vonis itu, masyarakat mendesak jaksa mengajukan banding. Namun hingga saat ini belum ada kepastian dari jaksa.

Terbaru, Jampidsus Kejagung Ali Mukartono meminta kasus Pinangki tidak dibesar-besarkan. Ali justru menilai negara sudah mendapat untung karena mobil BMW X-5 Pinangki dirampas.

"Sudah jelas kok putusan hakim, ya kan? Tersangka kita tunggulah yang lain, ini tersangka malah banyak, itu satu kesatuan karena itu lima macam-macam, malah dari Pinangki dapat mobil kan negara, ya yang lain kan susah lacaknya ini," kata Ali dilansir Antara, Rabu (23/6).


(zap/dhn)