Kodam BB Ungkap Anggota TNI di Medan Dipukul Preman Pakai Balok Berpaku

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 11:40 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan (dok. detikcom)
Medan -

Kodam I/Bukit Barisan (BB) buka suara soal dugaan pengeroyokan terhadap salah satu anggota TNI di Medan oleh preman. Kodam BB mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada polisi.

"Itu sudah diserahkan ke polisi. Baru ya, sementara sudah ditangani oleh polisi, diproses lebih lanjut," sebut Kapendam I/ Bukit Barisan Letkol Inf Donald Erickson Silitonga saat dimintai konfirmasi, Rabu (23/6/2021).

Donald mengatakan pihaknya mendapat informasi ada lima orang terduga pelaku pengeroyokan yang ditangkap. Donald menyebut pihaknya juga menerima informasi ada pelaku lain yang masih diburu.

"Lima orang sudah ditangkap. Ada sepuluh orang, tinggal lima lagi masih pencarian," ujar Donald.

Donald berharap seluruh pelaku ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu, dia juga menjelaskan kondisi anggota TNI yang menjadi korban pengeroyokan.

Dia menyebut korban dipukul dengan balok berpaku saat kejadian. Dia mengatakan korban telah mendapat perawatan dan sudah kembali ke kesatuan. Donald berharap kejadian tersebut tidak terulang.

"Kena pukul sama balok yang ada pakunya. Kurang lebih pelipisnya kena. Sudah dirontgen. Kata dokter tidak ada masalah, tinggal berobat jalan. Orangnya sudah kembali ke kesatuan," ucap Donald.

Pelaku Pengeroyokan Ditangkap

Seorang anggota TNI di Medan diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah preman. Peristiwa ini viral di media sosial.

Dilihat detikcom, Senin (21/6), anggota TNI yang menjadi korban pengeroyokan diduga dilakukan oleh preman itu bernama Pratu Tumpal Tampubolon. Aksi premanisme itu disebut terjadi di Jalan Danau Marsabut, Medan Barat, Jumat (18/6).

Korban mengalami luka-luka karena dipukul menggunakan balok oleh para preman. Warga sekitar lalu membawa korban ke RS Sufina Azis untuk mendapatkan perawatan.

Dalam keterangannya, korban menjelaskan saat itu hendak memundurkan kendaraan di Jalan Marsabut, tepatnya di depan Kompleks Danau Marsabut. Kemudian, DMH, yang disebut-sebut sebagai preman setempat, meminta uang parkir dengan cara kasar.

"Dia tiba-tiba datang lalu menagih uang parkir dengan cara yang kasar. Saya mulanya menanggapinya dengan santai, tapi kok lama-lama makin jadi," kata Pratu Tumpal dalam narasi viral.

Sempat terjadi cekcok mulut, teman DHM datang menghampiri. Tak berselang lama, Pratu Tumpal pun dikeroyok oleh para preman.

"Begitu datang kawannya, langsung saya dihajar. Seingat saya, ada kayu, balok, bahkan batu, dihantamkan orang itu sama saya," kata dia

Wakapolsek Medan Barat AKP Tina Pulitawati membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan penanganan kasusnya telah dialihkan ke Satreskrim Polrestabes Medan.

Polisi juga telah menangkap pelakunya. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi membenarkan soal penangkapan pelaku.

"Pelaku sudah ditangkap," kata Kombes Hadi dimintai konfirmasi, Selasa (22/6).

Simak juga 'Palak Pengendara, Preman Berkedok Pak Ogah di Makassar Ditangkap!':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)