Marak Pelecehan Jemaah Wanita di Masjid, DMI Bicara Pengawasan Marbut

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 07:59 WIB
Jakarta -

Pelecehan seksual terhadap jemaah perempuan di masjid ketika sedang beribadah marak terjadi di berbagai daerah. Dewan Masjid Indonesia (DMI) angkat bicara mengenai hal ini.

Sekjen DMI Imam Addaruquthni mengatakan sistem manajemen keamanan masjid harus dibentuk sedemikian rupa supaya jemaah merasa terlindungi. Salah satunya pengawasan dari marbut masjid serta kamera CCTV.

"Preventifnya CCTV akan sangat menolong, sistem manajemen keamanan masjid harus dirancang detail, termasuk pengawasan langsung oleh petugas/marbut masjid, dan ayat Al-Qur'an memang telah menyebut langsung 'Siapa pun yang masuk masjid pasti dijamin keamanannya' Surah 3 ayat 97," ujar Imam lewat pesan singkat kepada detikcom, Selasa (22/6/2021).

Imam menjelaskan kini banyak masjid yang telah memiliki pembatas berupa tabir pemisah tempat jemaah laki-laki dan perempuan. Bahkan, di masjid-masjid tertentu ada ruangan khusus bagi jemaah perempuan.

Hal ini bisa menjadi contoh masjid-masjid di Indonesia agar jemaah terhindar dari aksi pelecehan seksual. Namun, ia tak menyangka, masih ada temuan pelecehan seksual di masjid-masjid meski sudah ada ruangan khusus.

"Dari pengamatan segmentasi tempat di masjid, sebenarnya tidak mudah untuk kemungkinan terjadinya pelecehan seksual, terkecuali sendirian, dan sendirian itu hampir tidak terjadi karena biasanya perempuan juga takut. Sebenarnya sulit dipercaya hal ini (pelecehan) terjadi. Kalau terjadi perlu dinarasi: situasinya seperti apa, waktunya kapan, pelakunya siapa, korbannya siapa," imbuh Imam.


Pelecehan di Masjid Wajo

Sebuah aksi pelecehan jemaah wanita saat salat di masjid di wilayah Sengkang, Wajo, viral di media sosial (medsos). Polisi pun langsung menyelidiki peristiwa tersebut.

PosterIlustrasi pelecehan (Edi Wahyono/detikcom)

Dalam video yang viral, tampak kamera CCTV masjid merekam sejumlah jemaah masjid pria dan wanita sedang melakukan salat berjemaah. Kemudian dari arah pintu belakang, terekam seorang pria mengenakan sarung masuk ke masjid.

Tanpa disangka, pria itu mendekati salah seorang jemaah wanita. Jemaah wanita itu lantas dilecehkan saat sedang sujud.

Masih dalam video, jemaah wanita yang sadar akan pelecehan itu terlihat segera mengejar pelaku. Kemudian dalam potongan video CCTV yang lainnya, tampak pelaku lari terbirit-birit karena dikejar jemaah wanita.

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam Amrullah menyebut kasus pelecehan seksual di dalam masjid tidak hanya sekali, tapi juga dua kali. Amrullah menduga pelecehan dilakukan oleh pelaku yang sama.


Pelecehan di Musala Jaktim

Pelecehan juga terjadi di sebuah musala di kawasan Jakarta Timur (Jaktim) pada awal Juni ini. Dalam video viral itu, terlihat 4 perempuan sedang salat di dalam musala. Tiba-tiba datang seorang pria bersarung datang dari arah belakang yang kemudian menaikkan sarungnya.

Musala Al Amin, Jatinegara, Jaktim, tempat pelecehan seksual orang yang diduga gila. (Annisa/detikcom)Musala Al Amin, Jatinegara, Jaktim, tempat pelecehan seksual orang yang diduga gila. (Annisa/detikcom)

Saat korban sedang melakukan rukuk, pria itu tiba-tiba mendekati korban. Lalu, pria tersebut diduga menempelkan alat kelaminnya ke tubuh perempuan. Aksi pelaku ini dilakukan kepada dua jemaah perempuan di musala tersebut.

(isa/aik)