Epidemiolog Ulas Fenomena Banyaknya Anak Terpapar Varian Baru Corona

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 06:13 WIB
Warga Dusun Kendal, Bangunkerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, dites swab antigen secara massal. Tes swab dilakukan setelah 14 kepala keluarga di dusun tersebut positif COVID-19.
ilustrasi, tes Corona pada anak (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menduga ratusan anak di Ibu Kota terpapar Corona dari varian baru. Pakar epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut risiko anak terinfeksi Corona sebenarnya jauh lebih rendah ketimbang orang dewasa.

Namun, kata Dicky, anak-anak lebih rentan terinfeksi virus oleh orang dewasa di sekitarnya akibat angka reproduksi jauh lebih tinggi dari varian sebelumnya. Menurut Dicky, varian baru tidak menyasar khusus anak-anak.

"Sama pada semua usia namun risiko terinfeksinya jauh lebih rendah pada anak, meski pada varian baru itu tidak ada perubahan sebetulnya. Hanya yang membuat perubahan itu bahwa dengan angka reproduksi yang lebih tinggi itu artinya membuat mereka, anak-anak ini jauh lebih rentan terinfeksi oleh orang dewasa di sekitarnya akibat varian dengan angka reproduksi yang jauh lebih tinggi dari varian sebelumnya," kata Dicky lewat pesan suara kepada detikcom, Selasa (22/6/2021).

Dicky menjelaskan, menurut Central of Disease Control (CDC), angka kematian pada anak akibat Corona sangat kecil, yakni sekitar 0,00002%.

Dicky menerangkan bahwa pada paru-paru anak memiliki jumlah reseptor Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE2) yang lebih sedikit. ACE2 bisa disebut sebagai pintu masuk COVID-19 ke tubuh manusia.

Anak-anak mengikuti tes antigen COVID-19 yang digelar di Kampung Tangguh Jaya Villa Inti Persada, Tangerang Selatan, seminggu setelah Idul Fitri. Mereka turut ditemani orang tua.Anak-anak mengikuti tes antigen COVID-19 (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

ACE2 merupakan enzim yang menempel pada permukaan luar membran sel di beberapa organ seperti paru-paru, jantung, hingga usus. Virus Corona dapat memasuki sel melalui reseptor ACE2.

"Fakta pada paru-parunya, saluran pernapasan anak itu memiliki jumlah reseptor ACE2 yang jauh lebih sedikit daripada orang dewasa di mana kita tahu reseptor itu kan pintu masuk dari Sars COV-2 virus namun seiring dewasa, jumlah reseptor itu, tempat Sars menempel itu makin banyak," jelas Dicky.

Sehingga Dicky meminta orang dewasa untuk meningkatkan 5 M dan pemerintah meningkatkan 3 T agar tidak ada lagi anak-anak yang terpapar virus Corona.

244 Balita di DKI Kena Corona

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengungkapkan banyak anak di Jakarta terpapar Corona (COVID-19). Total, ada 224 balita usia 0-5 tahun positif Corona.

Adapun rincian tren kasus positif dalam data kasus Corona Minggu (21/6) sebagai berikut:

- Anak usia 6-18 tahun 655 kasus positif Corona
- Anak usia 0-5 tahun 224 kasus positif Corona
- Usia 19-59 tahun ada 4.261 kasus positif Corona
- Usia 60 tahun ke atas 442 kasus positif Corona

Sejumlah anak bermain layang-layang di kawasan Jakarta Barat. Anak-anak itu tampak mengenakan masker saat bermain layang-layang di lapangan terbuka.Sejumlah anak bermain layang-layang di kawasan Jakarta Barat. Anak-anak itu tampak mengenakan masker saat bermain layang-layang di lapangan terbuka. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

"Untuk itu, kami mengingatkan warga untuk menghindari ke luar rumah membawa anak-anak," kata Dwi dalam siaran pers, seperti dilihat pada Senin (21/6).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menduga hal itu merupakan dampak varian baru virus Corona. Menurutnya, jenis virus ini lebih cepat menular terhadap anak-anak

"Artinya, kita menghadapi situasi wabah yang berbeda dengan awal tahun kemarin. Besar kemungkinan adalah varian baru yang dengan mudah menular, termasuk kepada anak-anak," jelasnya.

Simak video 'Tren Anak Terpapar COVID-19 Meningkat, Diduga Karena Varian Delta':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/knv)