Ada Peti Mati di TPU Pondok Kelapa Diisi 2 Jenazah COVID-19

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 22:19 WIB
Perajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Foto: Annisa Rizky Fadhila/detikcom
Jakarta -

Lahan di pemakaman khusus protokol virus Corona (COVID-19) di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, disebut telah menipis. Jadi, terkadang ada dalam satu peti mati diisi oleh dua jenazah sekaligus.

"Jadi, kalau ada anggota keluarga yang meninggal, itu dia ditaruh di peti. Terus kalau ada anggota lain yang meninggal, ya kita masukin ke dalam peti yang sama. Ya cukup dua orang lah, nggak banyak juga," kata Herman di TPU Pondok Kelapa, Selasa (22/6/2021).

Namun, jika usia mayat yang dikuburkan sudah bertahun-tahun, petugas akan mengambil kerangka mayat sehingga peti bisa diisi oleh orang lain.

"Kalau udah bertahun-tahun gitu kan biasanya tinggal tulang doang. Mah nanti tulangnya biasanya kita angkat atau kota pinggirkan. Kadi bisa diisi dengan yang baru lagi," ujarnya.

Dalam sehari, mereka membuat 15-20 peti. Bahkan, jumlah ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan momen liburan tahun lalu.

"Kita bikin peti dari pagi, pernah sampai tengah malam. Jadi ya gak nentu lah. Ya maklum aja karena kondisi lagi begini," kata Herman.

Tingginya permintaan peti mati membuatnya kewalahan. Mereka bekerja dari pukul 07.30 WIB hingga malam hari.

"Ya kewalahan. Apalagi kondisinya lagi muncak kayak sekarang. Tapi ya gimana, namanya juga kita pekerja kan. Udah jadi tanggung jawablah istilahnya," ujarnya.

Dalam pembuatannya pun, pekerja menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah cuaca dan permintaan keluarga.

Untuk memudahkan anggota keluarga, pembuat peti mati telah menyediakan peti dari berbagai jenis ataupun ukuran yang berbeda, sehingga nantinya anggota keluarga dapat langsung memilih dan mayat bisa segera dikuburkan.

"Peti memang sudah kita siapkan. Jadi anggota keluarga yang datang tinggal pilih peti mana yang mau diambil. Jadi mayat udah bisa dimasukin ke dalam dan udah bisa dikuburin kan istilahnya, nggak perlu nunggu," kata Herman.

Simak video 'BPK Ungkap Permasalahan Pemerintah Tangani COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]

(aik/aik)