Cerita Perajin Peti Mati di TPU Pondok Kelapa Kewalahan Terima Pesanan

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 15:52 WIB
Perajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Perajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Jakarta -

Di tengah lonjakan kasus virus Corona (COVID-19), perajin peti mati di TPU Pondok Kelapa menyebut ada peningkatan pemesanan. Bahkan pemesanan disebut lebih tinggi dibanding tahun lalu.

"Sehari itu kita bikin 15-20 peti. Kalau dulu sebelum COVID-19 sepi. Liburan tahun kemarin juga nggak begitu banyak, ya," kata salah satu pembuat peti mati, Herman, (40) saat ditemui detikcom di lokasi, Selasa (22/6/2021).

Tingginya permintaan peti mati membuatnya kewalahan. Untuk menghasilkan 15-20 peti mati, mereka bekerja dari pukul 07.30 WIB hingga malam hari.

"Ya kewalahan. Apalagi kondisinya lagi muncak kayak sekarang. Tapi ya gimana, namanya juga kita pekerja kan. Udah jadi tanggung jawablah istilahnya," ujarnya.

Perajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta TimurPerajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Dalam pembuatannya pun, pekerja menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah cuaca dan permintaan keluarga.

Untuk memudahkan anggota keluarga, pembuat peti mati telah menyediakan peti dari berbagai jenis ataupun ukuran yang berbeda, sehingga nantinya anggota keluarga dapat langsung memilih dan mayat bisa segera dikuburkan.

"Peti memang sudah kita siapkan. Jadi anggota keluarga yang datang tinggal pilih peti mana yang mau diambil. Jadi mayat udah bisa dimasukin ke dalam dan udah bisa dikuburin kan istilahnya, nggak perlu nunggu," kata Herman.

Perajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta TimurPerajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Di TPU Pondok Kelapa, peti yang disediakan cukup beragam. Dari peti biasa yang berukuran standar hingga peti putih.

Namun, jika hendak memilih jenis peti lain, anggota keluarga dapat memesan serta memberi ukuran lebar kepada pekerja.

Jika anggota keluarga butuh cepat, pekerja akan menyesuaikan ukuran ataupun jenis peti mati. Namun perlu penyesuaian kondisi dan kesepakatan dari pihak keluarga.

Di tengah lonjakan jumlah kasus aktif COVID-19 pula, peti mati bisa diisi oleh dua orang. Hal ini terjadi karena minimnya lahan kuburan.

"Kalau ada anggota keluarga yang meninggal, itu dia ditaruh di sini, di peti. Terus kalau ada anggota keluarga lain yang meninggal, ya kita masukin ke dalam peti yang sama, cukup dua orang," kata dia.

Tonton juga Video: Waspada! Ini Daftar 10 Titik Zona Merah di Jakarta

[Gambas:Video 20detik]