Tempat Penapisan Terbatas, Pasien COVID-19 Antre di Lorong RSUD Cengkareng

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 21:19 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Pasien virus Corona (COVID-19) banyak berdatangan ke RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. Pasien-pasien tersebut bahkan harus menunggu penapisan di area lorong rumah sakit.

"Itu antrean untuk masuk karena kapasitas screening (penapisan) awal terbatas tuh. Jadinya menunggu," kata Kepala Humas RSUD Cengkareng Aris Pribadi saat dihubungi, Selasa (22/6/2021).

Aris mengatakan kapasitas ruangan di RSUD terbatas. Karena itulah, banyak pasien COVID yang dialihkan menunggu di lorong rumah sakit. Melalui penapisan, petugas medis dapat menentukan penanganan selanjutnya.

"Yang pertama memastikan yang bersangkutan COVID. Karena setelah pemeriksaan antigen, dipastikan lagi dengan PCR, diperkuat lagi dengan rontgen dan lain-lain," jawabnya.

"Kedua mengenai berat tidaknya kasus. Membutuhkan isolasi biasa atau perlu ruangan intensif," sambungnya.

Saat ini, RSUD Cengkareng memprioritaskan perawatan pasien COVID-19 bergejala berat hingga kritis. Jika screening pasien COVID-19 menunjukkan gejala ringan akan diarahkan ke lokasi isolasi, baik di wisma maupun rumah masing-masing.

"Kita upayakan rujuk karena kita prioritaskan kasus-kasus yang berat kritis. Kasihan kan kalau (diberikan ke) yang lebih butuh," ujarnya.

Pemprov DKI Tambah RS Rujukan Corona

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI telah menambah RS rujukan Corona menjadi 140. Dia mengatakan, jika tak ada penambahan RS rujukan, kapasitas BOR pasien COVID bisa tembus 100 persen.

"Dari 32, ada 13 RS yang 100 persen hanya untuk penanganan COVID. 19 lainnya menampung pasien COVID sampai melebihi 60 persen kapasitas RS-nya. Ini mengirimkan pesan kepada kita semua bahwa kita menambah TT (tempat tidur), menambah kapasitas RS, tapi lonjakannya terlalu cepat. Kalau saja minggu lalu tidak ditingkatkan, kapasitasnya sudah tembus 100 persen. Sekarang ada ruang untuk penambahan RS," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Selasa (22/6).

Saat ini total ada 140 RS rujukan COVID. 32 di antaranya milik Pemprov DKI. 140 rumah sakit itu ditambah sejak 17 Juni lalu dengan total ada 8.524 tempat tidur dan 1.186 ruang ICU.

(aik/aik)