Gerindra Belum Dengar Skenario-skenario Presiden 3 Periode

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 16:49 WIB
Sufmi Dasco Ahmad
Foto: Sufmi Dasco Ahmad (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menekankan masa jabatan presiden masih berpatokan dengan UUD 1945, yakni maksimal 2 periode. Dasco menyebut perpanjangan masa jabatan presiden hanya bisa dilakukan dengan mengamendemen UUD.

"Yang pertama soal wacana 3 periode. Kita sudah sampaikan bahwa sampai saat ini kita masih berpatokan dengan UUD kita, bahwa presiden itu menjabat hanya maksimal 2 periode," kata Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (22/6/2021).

"Sehingga wacana-wacana yang ada itu tentunya harus melalui beberapa tahapan-tahapan, terutama amendemen UU kalau memang diperlukan," lanjutnya.

Perihal wacana masa jabatan presiden 3 periode ini kembali menjadi perbincangan. Muncul kabar soal orang-orang Istana menggodok sejumlah skenario, salah satunya skenario perpanjangan masa jabatan presiden agar lebih dari 5 tahun.

Dasco sendiri mengaku belum mendengar kabar tersebut. Menurutnya, pemerintah saat ini fokus menekan laju penyebaran COVID-19 di Tanah Air.

"Nah sementara pada saat ini yang perlu adalah menekan laju COVID, bukan amandemen UUD. Bahwa kemudian ada katanya kabar, tadi, barusan ditanyakan mengenai gerak-gerakan Istana, saya belum pernah dengar, karena gerakan Istana yang ada saat ini adalah mereka sedang gencar ingin menekan laju COVID," terangnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2