Pimpinan Komisi VI Bela Nusron Wahid soal 'Garuda Mati Direksi Juga Mati'

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 12:03 WIB
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid berdebat panas dengan direksi Garuda Indonesia hingga meminta para direksi ikut mati jika perusahaan mati. Pimpinan Komisi VI membela.

Wakil Ketua Komisi VI, Martin Manurung, menjelaskan maksud Nusron sekadar mengingatkan. Sebab, hal yang sama terjadi pada Merpati.

"Jadi konteksnya itu Pak Nusron itu mengingatkan kepada direksi Garuda soalnya cerita yang sama juga terjadi dari Merpati. Kan baru bari ini Komisi VI menerima PPA, kan sekarang Merpati di bawah PPA. Nah itu dari kondisi perusahaan sebenarnya secara de facto kan sudah mati, tinggal de jure-nya aja belum, tapi masih meninggalkan kewajiban dan lain sebagainya," kata Martin kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Martin mengatakan kala itu Merpati juga sempat memaparkan opsi untuk penyelamatan. Namun, para direksi ngotot untuk menjalankan sesuai keinginannya tapi tidak berhasil dan membuat Merpati mati.

"Lalu sebelum Merpati mati, dia juga ada di depan Komisi VI ini, memaparkan juga opsi-opsinya dan segala macam, tapi dengan yakin gitu mereka bahwa Merpati bisa diselamatkan tapi kemudian mati," ujarnya.

"Dan sekarang Garuda ini juga banyak opsi-opsinya direksi juga mengatakan bisa, ntar kalau Garuda mati gimana apa direksinya mau mati juga, kira-kira gitulah," lanjut Martin.

Martin mengatakan kata 'mati' untuk direksi bukan sebuah ancaman. Dia mengatakan Nusron Waihid meminta direksi mengambil pelajaran dari kasus Merpati.

"Jadi kalau saya lihat sih itu bukan dalam konteks mati sebagai ancaman, tapi menjadi pelajaran gitu, kita harus ambil pelajaran dari Merpati," ujarnya.

"Karena Garuda itu flight carrier ya beda dengan Merpati, nah opsi-opsinya itu harusnya opsi penyelesaian yang konkret dan realistis jangan rencana-rencana yang katakanlah muluk-muluk tapi kemudian nggak bisa sehingga membuat Garuda nggak bisa terselamatkan," kata Martin.

Lebih lanjut, Martin mengatakan dirinya belum sependapat dengan Nusron Wahid. Dia meminta sebaiknya Garuda memperbaiki sistem finansial terlebih dahulu.

"Saya belum sependapat dengan dia (Nusron) kan dia lebih memilih langsung pemerintah melakukan penyelamatan, tapi secara semangat sama kita ingin menyelamatkan," ujarnya.

(eva/gbr)