Megawati Ingin Populerkan Salam Pancasila

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 11:18 WIB
Megawati Soekarnoputri
Megawati ingin mempopulerkan salam Pancasila. (Foto: Dok. Unhan)
Jakarta -

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ingin mempopulerkan 'Salam Pancasila'. Salam Pancasila, menurutnya, dipopulerkan demi mengingatkan rakyat Indonesia akan pentingnya nasionalisme dan persatuan bangsa dalam menjaga kemerdekaan.

Megawati mengatakan hal itu saat meresmikan baileo atau rumah adat Maluku, monumen, dan Jalan Ir Soekarno di Masohi, Maluku Tengah. Masohi adalah nama kota yang diberikan Bung Karno yang berarti 'gotong royong', terinspirasi dari intisari Pancasila.

Megawati lantas bercerita dirinya ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Tujuannya agar Pancasila tidak hanya diucapkan oleh masyarakat Indonesia, tapi juga benar-benar hidup dalam hati dan dilaksanakan.

Cerita Megawati soal Pekik Merdeka

Dia mengatakan intisari Pancasila adalah kegotongroyongan dari warga bangsa Indonesia. Oleh karena itulah Megawati ingin agar pekik 'Salam Pancasila' menjadi kebiasaan.

"Dulu saya pekikkan 'merdeka', orang menertawakan saya. Katanya, sudah merdeka, kenapa pekik-pekik merdeka? Itu sebenarnya saya lakukan untuk mengingatkan bahwa kita adalah bangsa merdeka. Jangan mau dijajah lagi," kata Megawati.

Menurutnya, setelah salam merdeka ini, sebaiknya dilanjutkan dengan 'Salam Pancasila'. Menurutnya, hal itu untuk mengingatkan agar setiap masyarakat ingat akan rasa nasionalis.

"Kalau sekarang saya mau banyak menyebutkan Salam Pancasila. Saya hendak mempopulerkannya. Karena setelah merdeka, kita punya dasar negara Pancasila. Untuk mengingatkan kita kembali sebagai nasionalis yang cinta pada negara ini," ujarnya.

Megawati mengatakan gotong royong harus selalu diingat karena tak ada bangsa yang bisa membangun diri sendiri. Dia mengaku sedih karena masih ada saja yang bertempur antarwarga bangsa sendiri.

Dia pun menceritakan pengalamannya saat menjadi wakil presiden RI. Saat itu, Megawati harus menangani konflik di berbagai wilayah di Indonesia.

"Saya mungkin satu-satunya perempuan yang pernah naik kapal perang yang hampir 10 hari karena tak boleh tinggal di daratan. Itu karena saya punya dedikasi, tak mau rakyat Indonesia bertempur satu dengan yang lain," uja Megawati.

"Kenapa kita tak merasakan sisi gotong royong itu juga toleransi? Mengapa kita tak membumikan bahwa perbedaan agama itu bisa, oleh masing-masing orang, bahwa kepercayaan masing-masing orang itu kan urusan pribadi?" lanjutnya.

Baca di halaman selanjutnya soal Megawati meresmikan Jalan Ir. Soekarno.

Simak video 'Megawati Curhat Kerap Dicap Komunis':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2