Ojol Keluhkan Pembatasan Mobilitas di Jakarta: Orderan Jadi Sepi

Dwi Andayani, Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 23:34 WIB
Suasana pembatasan mobilitas di Cikini Raya
Pembatasan mobilitas di Cikini Raya (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Kawasan Cikini Raya di Jakarta Pusat memberlakukan pembatasan mobilitas bagi pengguna jalan. Sejumlah driver ojek online atau ojol mengeluhkan adanya pembatasan mobilitas ini.

Salah satu driver ojek online bernama Junaedi (48) merasa terganggu dengan adanya pembatasan ini. Terutama, ketika mengakses jalan menuju gerai makanan yang ada di kawasan Cikini Raya.

"Kalau tutup begitu mah keganggu lah, sana-sini kita susah. Kalau masih di daerah kita masih bisa lewat. Kalau di daerah orang kan susah masuk, apa lagi kalau dapet order nggak mungkin jarak deket, jarak jauh juga," kata Jumaedi saat ditemui di Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/6/2021).

Bahkan Junaedi mengaku baru mengetahui perihal penyekatan ini setelah polisi mulai memasang barier pembatas. Dia pun merasa keberatan dengan adanya pembatasan mobilitas.

"Tadi kan pas sebelum ditutup belum tahu, pas ditutup baru tahu. Ya belum ada pemberitahuannya," ucapnya.

Driver ojol lainnya, Adit (21), juga mengeluhkan soal pembatasan mobilitas ini. Dia mengaku orderan makanan menjadi sepi imbas pembatasan di kawasan ini.

"Rada terganggu juga sih soalnya orderan jadi agak susah, sudah gitu orang-orang jadi jarang yang biasanya ramai jadi agak sepi. Ditambah susah lewat juga," keluh Adit.

Adit, yang setiap hari mangkal di kawasan Cikini Raya, mengatakan biasanya dirinya menerima banyak orderan makanan di malam hari. Namun kini, situasinya berbeda.

"Masih ada (yang order). Jadi pusing juga ini ga ada yang lewat, orang mau order jadi jarang," jelasnya.

Ade (52) yang merupakan juga driver ojol menyebut penutupan ini dilakukan secara tiba-tiba. Akibatnya, dia mengaku kesulitan dalam bekerja.

"Baru (tahu) sekitar jam 10-an lah. Tiba-tiba makanya. Antar makan ke Agus Salim. Posisi pas lampu merah sabang, mulai Agus Salim pertigaan sudah ditutup," imbuhnya.

Kini, Ade berharap polisi dapat melonggarkan aturan pembatasan ini. Khususnya terhadap ojol yang hendak mengambil oerderan makanannya.

"Jangan ditutup lah. Kasih motor bisa ambil barang, makanan," tuturnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2