Ketua Satgas COVID-19 soal Desakan Lockdown: PPKM Mikro Masih Efektif

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 20:33 WIB
Kepal BNPB Letjen TNI Ganip Warsito di Command Center Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (2/6/2021).
Letjen Ganip Warsito (Dian Utoro Aji/detikcom)
Jakarta -

Ketua Satgas COVID-19 Letjen Ganip Warsito bicara soal adanya usulan hingga petisi agar dilakukan lockdown mengingatkan kondisi kasus COVID-19 yang melonjak. Ganip Warsito meyakini PPKM mikro terbukti efektif.

"Sekarang berkembang pertanyaan-pertanyaan atau bahkan petisi kepada Presiden untuk melaksanakan PSBB ataupun lockdown di suatu daerah. Sebenarnya, konsep lockdown, karantina wilayah atau pun PPKM mikro, ini semua sudah pernah kita coba mulai dari pertama pandemi, sudah pernah kita coba," kata Ganip dalam rapat koordinasi Satgas COVID-19 yang disiarkan kanal YouTube Pusdalops BNPB, Senin (21/6/2021).

Ganip menjelaskan bahwa lockdown hingga PSBB memiliki isi yang sama soal pengendalian mobilitas warga. Namun PSBB dinilai memiliki dampak yang besar terhadap ekonomi hingga keamanan.

"Substansi dari lockdown, PPKM, atau PSBB adalah penegakan prokes dan pengendalian mobilitas masyarakat, ini sebenarnya substansinya hanya dua itu. Nah, kalau kita melakukan PSBB, dampak sosial-ekonominya, termasuk keamanan, ini juga akan impilikasinya terlalu besar, maka segala kegiatan dievaluasi, mulai dari PSBB, PPKM, sudah dua belas kali ini kita melakukan PPKM mikro," ujarnya.

PPKM mikro yang hingga kini masih diterapkan dinilai terbukti efektif mengendalikan lonjakan kasus COVID-19. Adanya lonjakan kasus COVID-19 saat ini menurut Ganip disebabkan tiga faktor.

"Sampai dengan saat ini, PPKM mikro sudah terbukti sebenarnya efektif mengendalikan lonjakan kasus. Kita sudah mengalami penurunan yang sangat bagus sejak libur panjang Nataru sampai dengan tanggal 18 Mei pasca-Lebaran, nah kita mengalami kenaikan lagi. Lonjakan ini disebabkan mobilitas masyarakat dalam rangka liburan panjang lebaran, kemudian juga kedisiplinan masyarakat menurut terhadap prokes, dan yang ketiga terindikasi ada varian baru yang masuk ke wilayah kita, sehingga ini yang menyebabkan lonjakan itu," ucapnya.

"Oleh karenanya, PPKM mikro masih diyakini masih efektif bisa mengendalikan, itu dengan catatan implementasi pelaksanaan di lapangan terhadap penegakan protokol kesehatan dan pengendalian mobilitas masyarakat ini menjadi kata kunci yang harus bisa kita laksanakan dengan baik," imbuhnya.

Ratusan orang sebelumnya meneken petisi online yang mendesak Presiden Jokowi segera melakukan karantina wilayah. Petisi online itu diajukan lantaran kasus COVID-19 di Indonesia yang terus melonjak.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2