Round-Up

Kala Bali Ingin Wisatawan Mancanegara Dibuka di Tengah Lonjakan Corona

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 20:05 WIB
Setelah sempat dibuka pada awal Desember 2020 lalu, kawasan GWK akan ditutup kembali mulai Senin (1/2/2021).
Pariwisata di Bali (Muhammad Ridho/detikcom)
Denpasar -

Lonjakan kasus COVID-19 terus terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali. Meski begitu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tetap berharap pariwisata untuk wisatawan mancanegara (wisman) tetap dibuka pada Juli mendatang.

Harapan itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa. Astawa berharap, dengan syarat protokol kesehatan yang ketat, pariwisata Bali tetap bisa dibuka sesuai rencana.

"Inggih (ya harapan saya) tetap dibuka gitu ya dengan pertimbangan-pertimbangan seperti faktor cara-cara mengeliminir terpaparnya COVID-19 dengan prokes," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa saat dihubungi detikcom, Senin (21/6/2021).

"Jadi orang-orang yang datang adalah orang-orang yang sudah tervaksin berasal dari daerah aman COVID-19. Jadi segala ketentuan itu kita penuhi," imbuh Astawa.

Astawa menjelaskan, pembukaan pariwisata Bali untuk wisman pada Juli mendatang saat ini masih berjalan sesuai dengan rencana. Hingga saat ini, belum ada perubahan sembari menunggu kepastian kasus COVID-19.

Namun, dia menegaskan, pembukaan pariwisata untuk wisman ini bukan ditentukan oleh Pemprov Bali, tetapi oleh pemerintah pusat. Dia di Dinas Pariwisata tetap berharap bisa dibuka Juli.

"Sekali lagi, ini bukan kita soalnya yang tentukan. Apakah itu jadi di-open atau tidak. Kan kita ndak punya kewenangan untuk itu," tutur Astawa.

Menurutnya, dalam pembukaan pariwisata untuk wisman, faktor kesehatan menjadi penting untuk dipertimbangkan. Akan tetapi, baginya, di samping kesehatan, faktor ekonomi juga penting.

Mengenai rencana pembukaan wisman ini, pihaknya telah menyiapkan berbagai hal, dari standard operating procedure (SOP) di bandara; standardisasi cleanliness health safety and environment (CHSE); dan vaksinasi. Namun, COVID-19 meningkat di berbagai daerah, terutama di Jawa.

"Nah hal-hal seperti ini kan juga bisa menjadi pertimbangan (atau) kajian bagi pusat," kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali itu.

Menurut rencana, lanjut Astawa, wisman yang belum divaksinasi nantinya tetap diperbolehkan masuk ke Bali. Sebab, tidak boleh ada diskriminasi terhadap para pelancong.

"Artinya kan kita tidak boleh mendiskriminasi seperti itu. Itu katanya sih ada ketentuan, tidak boleh adanya mendiskriminasi katanya. Baik yang belum vaksin maupun yang sudah vaksin boleh (masuk Bali). Tapi kan dari negara-negara yang sudah pelaksanaan vaksinnya sudah banyak dan risiko COVID-nya rendah," kata dia.

Tonton video 'Kasus Corona di RI Tembus 2 Juta!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikut.