Anita Wahid Minta Jokowi Batalkan Pemberhentian 51 Pegawai KPK!

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 17:58 WIB
Anita Wahid
Anita Hayatunnufus atau Anita Wahid (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Deputi Direktur Public Virtue Research Institute (PVRI) Anita Hayatunnufus atau Anita Wahid meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pemberhentian 51 pegawai KPK. Anita menilai pemberhentian 51 pegawai sebagai gejala regresi demokrasi.

"Pemberhentian pegawai KPK merupakan gejala regresi demokrasi yang menumpulkan institusi dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Akibatnya, kekuasaan pusat maupun daerah semakin sulit dikontrol," kata Anita Wahid dalam keterangan tertulis, Senin (21/6/2021).

"Kami mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan keputusan tersebut," imbuh Anita.

Anita juga mendesak Badan Kepegawaian Negara (BKN) terbuka mengenai dokumen tes wawasan kebangsaan (TWK). Anita menegaskan tidak boleh ada pelanggaran hak-hak pegawai KPK dalam proses TWK.

"Kami juga mendesak BKN agar membuka dokumen TWK. Presiden harus memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hak-hak pegawai KPK dalam proses TWK," sebut Anita.

Anita menyebut Jokowi seharusnya menginstruksikan jajaran kepolisian untuk mengusut teror kepada pegawai yang mempertanyakan keputusan pimpinan KPK. Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menegaskan para pegawai KPK harus mendapatkan jaminan keamanan.

"Presiden wajib menginstruksikan jajaran kepolisian agar mengusut segala bentuk teror dan ancaman kepada para pegawai KPK, baik saat mengusut korupsi maupun saat mempertanyakan keputusan pimpinan KPK. Perlu ada pula perlindungan hukum dan jaminan keamanan," ujar Anita.

Tonton video 'Kasus Corona di RI Tembus 2 Juta!':

[Gambas:Video 20detik]



Baca selengkapnya di halaman berikutnya.