Adelin Lis Pakai Paspor Palsu, Imigrasi Jelaskan Kronologinya

Andi Saputra - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 17:43 WIB
Adelin Lis Dipulangkan ke Indonesia, Ini fakta-faktanya!
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Buron kasus pembalakan liar, Adelin Lis, yang 10 tahun diburu kejaksaan pernah beberapa kali lolos dengan memalsukan paspor. Ditjen Imigrasi menjelaskan kronologi pemalsuan paspor Adelin.

"Buronan Kejaksaan Agung Adelin Lis alias Hendro Leonardi tercatat pernah memegang Paspor RI sebanyak 4 (empat) kali," kata Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkumham Anggakara Arya Pradhana dalam keterangan tertulis, Senin (21/6/2021).

Dia menjelaskan, dalam data yang dimiliki Direktorat Jenderal Imigrasi, Adelin merupakan pemegang paspor RI dengan rincian sebagai berikut:

1. Atas nama ADELIN LIS yang diterbitkan di Polonia (2002)
2. Atas nama HENDRO LEONARDI yang diterbitkan di Jakut (2008)
3. Atas nama HENDRO LEONARDI yang diterbitkan di Jakut (2013)
4. Atas nama HENDRO LEONARDI yang diterbitkan di Jaksel (2017).

Lebih lanjut, Anggakara Arya menjelaskan mengapa Adelin Lis bisa memalsukan paspor. Hal ini disebabkan oleh sistem yang saat itu masih manual.

"Ditjen Imigrasi baru menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) pada tahun 2009. Sebelum tahun 2009, data pemohon paspor hanya tersimpan secara manual di server kantor imigrasi setempat dan tidak terekam di Pusat Data Keimigrasian. Hal ini menyebabkan Adelin Lis dapat mengajukan paspor pada tahun 2008 dengan menggunakan identitas Hendro Leonardi dan tidak terdeteksi," ujarnya.

Dia mengatakan seluruh persyaratan permohonan paspor dan mekanisme penerbitan paspor telah melalui ketentuan yang berlaku, yakni penyerahan berkas persyaratan, pemeriksaan berkas, wawancara, serta pengambilan sidik jari dan foto.

"Yang bersangkutan juga telah melampirkan serta menunjukkan dokumen yang menjadi syarat permohonan, baik yang asli maupun fotokopi, kepada petugas, yaitu KTP, surat bukti perekaman KTP elektronik, KK, akte lahir, dan surat pernyataan ganti nama," ungkapnya.

Menanggapi kasus ini, Ditjen Imigrasi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil. Jika terbukti bersalah, Adelin bisa disangkakan dengan Pasal Keimigrasian.

"Saat ini Ditjen Imigrasi sedang berkordinasi dengan Ditjen Dukcapil untuk melakukan pendalaman terkait keabsahan data diri atas nama Hendro Leonardi. Jika terbukti telah terjadi pemalsuan data untuk memperoleh paspor, maka Adelin Lis dapat dikenakan Pidana Keimigrasian Pasal 126 UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Informasi dan perkembangan lebih jauh tentang hasil koordinasi ini akan segera disampaikan dalam beberapa hari ke depan," jelasnya.

Simak juga video 'Eksekusi Uang Denda dan Pengganti Adelin Lis Digelar Usai Karantina':

[Gambas:Video 20detik]