Cegah DBD, Dinkes Kota Yogyakarta Siapkan Pengasapan
Sabtu, 18 Mar 2006 20:26 WIB
Yogyakarta - Sejak Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menetapkan wilayahnya saat ini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta aktif melakukan pemberantasan nyamuk di kampung-kampung. Penanggulangan demam berdarah itu diantaranya dilakukan dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan fogging/pengasapan. Kegiatan PSN semua kampung-kampung dilakukan oleh para Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang telah disiapkan oleh masing-masing wilayah."Sejak ditetapkan menjadi KLB untuk DB pada bulan Februari lalu, Dinkes terus melakukan penanggulangan," kata Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Choirul Anwar kepada wartawan Sabtu (18/3/2006).Menurut Choirul, dalam tiga bulan terakhir telah terjadi peningkatan penderita demam berdarah terutama yang dirawat di RSUD Wirosaban hingga mencapai puluhan pasien. Oleh karena itu, dana dari Pemkot Yogyakarta itu tidak hanya untuk membantu pasien yang tidak mampu saja, tapi juga untuk penanggulangan dan pemberantasan.Untuk saat ini katanya, pengasapan diantaranya dilakukan di kampung-kampung di Kelurahan Baciro kecamatan Gondokusuman, Kecamatan Umbulharjo dan Tegalrejo."Fogging yang kami lakukan secara bertahap menyeluruh ke semua kampung-kampung di Yogyakarta. Namun yang lebih diutamakan adalah daerah yang kami nilai rawan lebih dulu," kata Choirul. Kalau ada wilayah atau kampung yang belum dilakukan pengasapan katanya hal itu hanya masalah teknis saja atau menunggu giliran. Namun para Jumatik yang ada di masing-masing kelurahan saat ini telah bergerak lebih aktif memantau perkembangan jentik-jentik dimasing-masing rumah serta gerakan 3 M."Semua wilayah akan kita lakukan fogging gratis. Kalaupun ada yang belum, itu hanya menunggu giliran saja. Dengan Jumantik itu juga sangat efektif mencegah dan memberantas sarang nyamuk," kata Choirul.Dia mengimbau masyarakat tidak memakai jasa fogging swasta. Hal itu sebagai antisipasi agar kualitas fogging bisa dipertanggungjawabkan. Sebab dari sisi keefektifitasan memberantas nyamuk masih dipertanyakan.Menurut dia, pengasapan dengan dosis yang tidak tepat justru akan membuat nyamuk kebal. Sebab pengasapan hanya sebatas mematikan nyamuk dewasa. Sedang jentik-jentiknya hanya dapat dibasmi dengan obat-obatan atau membersihkan setiap waktu semua tempat yang ada airnya."Jadi yang lebih penting selain fogging, kita juga mengimbau masyarakat agar mengaktifkan lagi gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)," katanya.
(ddn/)











































