BKN Sebut Soal Pancasila atau Al-Qur'an Sering Dipakai di Perekrutan Teroris

Antara News - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 06:16 WIB
Kepala BKN Bima Haria Wibisana
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
Jakarta -

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyebut pertanyaan pilih Al-Qur'an atau Pancasila pada tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK merupakan pertanyaan berat. Bahkan menurutnya sering digunakan oleh teroris untuk merekrut calon-calon teroris.

"Ini sebetulnya pertanyaan berat. Kalau ada seseorang yang ditanya asesor pilih Al Quran atau Pancasila maka dia termasuk kategori berat," kata Bima di Jakarta, Sabtu seperti dilansir Antara, Minggu (20/6/2021).

Bima mengatakan ditanyakannya pertanyaan itu kepada para peserta TWK agar para asesor melihat respons dari peserta. Bima mengatakan bahwa jika seseorang memiliki pemahaman agama atau Pancasila yang terbatas maka dengan cepat akan menjawab agama.

Namun, jika peserta tersebut memiliki pemahaman agama yang lebih baik, ia akan bingung lantaran dalam agama ada unsur Pancasila dan Pancasila juga tidak bertentangan dengan agama.

"Jadi kebingungan inilah yang ditangkap oleh asesor sehingga mengetahui seseorang berada di level mana," ujar Bima.

Bima menegaskan makna dari pertanyaan memilih Pancasila atau Al Quran dalam TWK sejatinya bukan perkara Pancasila atau agama. Pertanyaan itu, kata Biman, melainkan lebih kepada melihat respons dari peserta.

"Perlu diketahui sebenarnya yang ingin dilihat asesor adalah respons dari pertanyaan, bukan jawabannya," kata dia.

Simak juga 'Haru! Brimob Azani Anaknya Lewat Video Call di Sela Kejar Teroris MIT':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/imk)