Sekjen Kemenkes: Kita Telah Melakukan Upaya Percepatan Vaksinasi

Khoirul Anam - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 19:08 WIB
Program vaksinasi COVID-19 terus digencarkan di kawasan Ibu Kota. Vaksinasi massal itu dilakukan untuk memenuhi target 1 juta vaksinasi per hari.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Vaksin menjadi instrumen penting dalam melawan gelombang kedua pandemi COVID-19. Adapun Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Oscar Primadi, menegaskan bahwa pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan vaksinasi dalam negeri setidaknya 181,5 juta orang guna mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

"Sampai saat ini kita telah melakukan upaya percepatan dan penguatan vaksinasi ini," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (20/6/2021).

Di sisi lain, Oscar juga mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan tetap memakai masker.

"Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan pandemi bisa dikendalikan," katanya.

Diketahui, Kemenkes menyatakan bahwa kondisi tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah, yang sempat terpapar COVID-19 kini berangsur pulih.

Setidaknya, lanjut Oscar, 90% nakes yang isolasi mandiri sudah bisa mulai masuk kerja dan kembali melayani masyarakat. Hal ini disebabkan karena nakes telah menerima dosis lengkap vaksinasi COVID-19.

Sebagai informasi, Indonesia telah menerima vaksin tahap ke-17 dengan jumlah 10 juta dalam bentuk bulk atau bahan baku produksi Sinovac pada Minggu (20/6). Dengan begitu, Indonesia telah mengamankan sebanyak 104,7 juta vaksin, sebanyak 91,5 di antaranya dalam bentuk bulk. Sehingga, ada total 91 juta vaksin bulk yang akan diproduksi menjadi vaksin jadi.

Selain itu Oscar memastikan, pemerintah hadir untuk mengamankan kebutuhan vaksin yakni 426,8 juta dosis vaksin. Upaya itu dilakukan dalam rangka penyediaan dalam bentuk pendekatan bilateral, multilateral, maupun eksplorasi produk dalam negeri.

Saat ini vaksin yang telah tiba di tanah air terdiri dari vaksin dari Sinovac (94,5 juta dosis, 91,5 juta di antaranya bentuk bulk), AstraZeneca COVAX Facility (8,2 juta dosis), dan Sinopharm (2 juta dosis). Adapun Indonesia menggunakan tiga jenis vaksin, yaitu Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

Menurut Oscar, ketiga vaksin itu telah memperoleh Emergency Use Listing atau EUL dari WHO sehingga memenuhi persyaratan internasional dalam hal kualitas, keamanan, dan efektivitasnya untuk digunakan pada masa darurat kesehatan.

"Kita terus berupaya melakukan distribusi dan program vaksinasi agar berjalan dengan baik," kata Oscar.

(ega/ega)