Novel Tuding Firli Paksakan TWK: Dia Bilang di KPK Banyak Taliban

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 18:45 WIB
Tentang Novel Baswedan, Penyidik Top KPK tapi Dibuang Gara-gara TWK
Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Seperti diketahui, isu Taliban muncul kembali usai 75 pegawai KPK dinyatakan tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK), termasuk Novel Baswedan. Namun Novel dkk melawan dan menilai banyak kecacatan hukum dalam TWK itu.

Pada Senin (24/5) Novel Baswedan bersama perwakilan 75 pegawai yang tak lulus TWK itupun menyambangi Komnas HAM. Novel datang untuk menyerahkan laporan terkait penonaktifan 75 orang pegawai berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021.

Beberapa perwakilan yang ikut serta bersama Novel, ialah Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi KPK Sujarnako, serta Penyidik utama KPK Harun Al Rasyid.

Sebanyak 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK itu sebagian merupakan penyidik yang memegang kasus-kasus besar di KPK. Salah satunya Novel Baswedan.

Novel menilai proses TWK tak wajar. Menurutnya, hal itu merupakan upaya yang sistematis untuk menyingkirkan orang yang bekerja baik untuk negara.

Komnas HAM pun telah memanggil beberapa pihak yang terkait dengan polemik ini, mulai dari pegawai yang tak lulus TWK, mantan pimpinan KPK hingga pimpinan KPK yang menjabat saat ini.

Firli Bantah Incar 75 Pegawai KPK Tak Lulus TWK

Ketua KPK Firli Bahuri membantah tudingan dirinya sengaja menargetkan 75 pegawai KPK untuk tidak diluluskan tes wawasan kebangsaan (TWK). Firli menegaskan tidak ada kepentingan dan kaitannya dengan ketidaklulusan ke-75 pegawai KPK.

"Nggak ada kaitannya, orang lulus nggak lulus itu karena dia sendiri. Prosesnya sudah berjalan tidak ada," kata Firli kepada wartawan di kompleks DPR/MPR, Kamis (3/6/2021).

Firli mengaku heran atas adanya tudingan dirinya sengaja tidak meluluskan ke-75 pegawai KPK. Dia menegaskan tidak ada kepentingan untuk itu.

"Apa kepentingan saya membuat list orang?" tanya Firli.


(fas/dhn)