Kemendikbud-Ristek Minta Rektor Unipar Jember yang Cium Dosen Ditindak Tegas

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 19:16 WIB
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam
Nizam (Foto: Siti Fatimah)
Jakarta -

Rektor Universitas IKIP PGRI Argopuro (Unipar) Jember berinisial RS mundur dari jabatannya setelah mengaku khilaf mencium dosen. Kemendikbud-Ristek berharap kampus tersebut memberikan tindakan yang tegas terhadap RS.

"Lingkungan pendidikan tinggi harus bebas dari kekerasan atau pelecehan seksual, perundungan, narkoba, dan intoleransi. Kami harap yayasan PTS (perguruan tinggi swasta) tersebut mengambil tindakan yang tegas atas pelecehan seksual di kampus tersebut. Terlebih dilakukan oleh rektornya sendiri," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud-Ristek Nizam kepada detikcom, Sabtu (19/6/2021).

Selanjutnya Nizam mengatakan pihaknya sedang menyiapkan peraturan menteri soal kampus bebas dari kekerasan seksual. Nizam menegaskan kampus seharusnya jadi tempat yang paling aman bagi seluruh warganya.

"Kemendikbud-Ristek sedang menyiapkan peraturan menteri untuk menjadikan kampus bebas dari kekerasan seksual. Kampus harus menjadi tempat yang paling aman bagi seluruh warganya," ujar Nizam.

Sebelumnya, RS mengundurkan diri dari jabatan Rektor Unipar, Jember. RS mundur setelah dianggap melakukan pelecehan seksual terhadap seorang dosen.

"Beliau menanggalkan jabatannya, agar kampus tidak turut terseret ke dalam masalah dugaan tindakan (pelecehan seksual) tersebut," kata Kepala Biro III Unipar, Dr Ahmad Zaki Emyus, Sabtu (19/6).

Zaki menjelaskan pengunduran diri Rektor Unipar, Jember, itu dibahas saat pertemuan di lingkungan kampus. Salah satu hasil pertemuan itu adalah dugaan pelanggaran Pasal 20 ayat 1, 2, dan 3 aturan pokok kepegawaian.

"Yang secara jelas menyebutkan, bahwasanya para pejabat yang melakukan pelanggaran berat harus mengundurkan diri," ucapnya.

RS telah mengakui pengunduran dirinya. Dia juga tidak menampik bahwa pengunduran dirinya ada kaitan dengan norma kesusilaan.

"Saya memang khilaf," ujarnya singkat.

Menurut RS, dugaan pelecehan seksual terjadi ketika ada kegiatan di sebuah hotel di kawasan Tretes, Pasuruan. Saat itu dia hendak mengajak sang dosen untuk makan.

"Waktu itu saya ketuk pintu kamarnya. Ketika dia membuka pintu, tiba-tiba secara spontan saya cium, itu saja. Nggak tahu, saya memang khilaf," kata RS.

Lihat juga video 'Dosen IAIN Parepare Diduga Lecehkan Mahasiswi, Rektorat Didemo':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)