Round-up

Geger 6 Oknum TNI AL Keroyok Warga Hingga Tewas Gegara Mobil Camer

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 08:21 WIB
Danpuspomal Laksda TNI Nazali Lempo, sebelah kiri. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Foto: Danpuspomal Laksda TNI Nazali Lempo, sebelah kiri. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)

"Anggota kita pada saat itu mungkin panik, sehingga belum sempat melaporkan kejadian tersebut pada waktu itu. Mungkin ada beberapa hari, setelah itu dilaporkan. Kita mengambil tindakan tegas segera mencari mengamankan jenazahnya untuk kita visum di rumah sakit RSCM," paparnya.

Terancam 10 Tahun Penjara

Kini, para pelaku berinisial MFH, WI, YMA, BS, SMDR, dan MDS sudah ditahan. Berkas perkara mereka segera dikirim ke pengadilan militer pada Senin (21/6).

"Semua proses dalam penyidikan sudah selesai, rekonstruksi, termasuk olah TKP semuanya sudah, alat-alat bukti yang lain kita sudah menemukan semua. Mungkin hari Senin besok tanggal 21 berkas keenam prajurit sebagai tersangka tersebut akan kita serahkan ke Pengadilan Militer," kata Nazali.

Selain itu, Nazali menjelaskan kasus tersebut diambil alih oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal).

"Kasus ini kita tarik ke Puspomal. Pelakunya sudah ada enam orang, sekarang sudah kita tahan. Nanti kita proses dalam waktu yang dekat," tuturnya.

Lebih lanjut Nazali menyebut para tersangka dijerat dengan Pasal 351 dan Pasal 354 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Dia memastikan proses penyidikan maupun di pengadilan nanti berlangsung transparan.

"Dari hasil pemeriksaan para tersangka, terbukti melanggar Pasal 351 KUHP dan Pasal 354, penganiayaan berat yang dilakukan bersama-sama mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Itu nanti hukumannya maksimal 10 tahun. Dan proses ini kita transparan. Nanti Pengadilan Militer, nanti mungkin pihak keluarga, pihak ini bisa melihat," jelas Nazali.

"Sesuai arahan dari pimpinan TNI AL, sekecil apa pun pelanggaran yang dilakukan prajurit AL pasti kita tindak tegas. Apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain seperti ini. Segera kita proses nanti Pengadilan Militer. Nanti Pengadilan Militer yang akan memutuskan," tutupnya.


(dwia/dwia)