6 Oknum POM AL yang Tewaskan Pencuri Terancam 10 Tahun Penjara

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 12:31 WIB
Danpuspomal Laksda TNI Nazali Lempo, sebelah kiri. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Danpuspomal Laksda TNI Nazali Lempo, sebelah kiri. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Enam oknum Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) melakukan pengeroyokan terhadap orang yang disebut pencuri mobil di Purwakarta. Enam oknum itu terancam penjara 10 tahun. Orang yang disebut pencuri itu tewas dikeroyok enam oknum TNI di Purwakarta, Jawa Barat.

"Semua proses dalam penyidikan sudah selesai, rekonstruksi, termasuk olah TKP semuanya sudah, alat-alat bukti yang lain kita sudah menemukan semua. Mungkin hari Senin besok tanggal 21 berkas keenam prajurit sebagai tersangka tersebut akan kita serahkan ke Pengadilan Militer," ujar Danpuspomal Laksda TNI Nazali Lempo di kantor pusat POM AL, Jakarta Utara, Jumat (18/6/2021).

Selain itu, Nazali menjelaskan kasus tersebut diambil alih oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal). Nazali mengatakan keenam oknum anggota yang ditetapkan sebagai tersangka itu ditahan.

"Kasus ini kita tarik ke Puspomal. Pelakunya sudah ada enam orang, sekarang sudah kita tahan. Nanti kita proses dalam waktu yang dekat," tuturnya.

Lebih lanjut Nazali menyebut para tersangka dijerat dengan Pasal 351 dan Pasal 354 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Dia memastikan proses penyidikan maupun di pengadilan nanti berlangsung transparan.

"Dari hasil pemeriksaan para tersangka, terbukti melanggar Pasal 351 KUHP dan Pasal 354, penganiayaan berat yang dilakukan bersama-sama mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Itu nanti hukumannya maksimal 10 tahun. Dan proses ini kita transparan. Nanti Pengadilan Militer, nanti mungkin pihak keluarga, pihak ini bisa melihat," jelas Nazali.

"Sesuai arahan dari pimpinan TNI AL, sekecil apa pun pelanggaran yang dilakukan prajurit AL pasti kita tindak tegas. Apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain seperti ini. Segera kita proses nanti Pengadilan Militer. Nanti Pengadilan Militer yang akan memutuskan," tutupnya.

Selanjutnya, latar belakang peristiwa:

Tonton juga Video: Niat Mendamaikan, Pria di Yogya Malah Dikeroyok hingga Tewas

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2