Jakarta Memang Tak Baik Saja, Jangan Diperhalus Kata-kata

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 07:23 WIB
Poster
Ilustrasi covid (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Jakarta sedang tak baik-baik saja virus Corona mulai merajalela lagi. Pemprov DKI diminta untuk berkata jujur terkait kondisi dan tak memperhalus kata-kata.

Diketahui terdapat perbedaan informasi terkait kondisi kasus COVID-19 di DKI Jakarta antara Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria. Hal ini membuat banyak pihak ikut angkat bicara.

Politikus PDIP Minta Tak Perlu Diperhalus!

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmat Handoyo menjadi salah satu yang menyoroti adanya perbedaan data tersebut. Handoyo meminta ada evaluasi terkait perbedaan informasi ini.

"Menjadi pelajaran berulang kali dan jejak digital tidak bisa dimungkiri agar Pemprov introspeksi dan evaluasi diri bagaimana penangan COVID secara menyeluruh lebih baik aksi bersama-sama, seirama, sekata bersama, dan bergotong royong warga dan pemerintah pusat," kata Handoyo kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).

Handoyo sepakat dengan apa yang disampaikan Kapolda bahwa Jakarta memang tidak sedang baik-baik saja. Hal itu, menurutnya, terbukti dari paparan data yang memperlihatkan naiknya kasus COVID signifikan di Jakarta.

"Ya memang benar adanya, Jakarta sedang tak baik-baik saja, dan rakyat tahu semua dan kita semua tahu fakta ini, mulai BOR yang mengkhawatirkan, paparan naik secara signifikan, data dan angka angka COVID yang berbicara Jakarta mengkhawatirkan," ujarnya.

Dengan begitu, Handoyo meminta Pemprov DKI berkata jujur. Tidak usah memperhalus kata terkait kondisi Jakarta saat ini.

"Jadi nggak perlu diperdebatkan, nggak perlu adanya perhalus dengan kata-kata, apalagi dengan membela diri. Inilah fakta di Jakarta saat ini," ucapnya.

Handoyo mengatakan perbedaan pandangan itu menjadi penting. Sebab, Pemprov DKI dan pihak terkait merupakan sumber informasi dari pengendalian COVID. Jika ada perbedaan pendapat, hal itu dapat membingungkan masyarakat.

"Soal sederhana pilihan-pilihan kata dan diksi yang tidak menimbulkan persepsi di masyarakat seolah berbeda menjadi penting. Kita kumpulkan energi positif yang sama melawan COVID-19 meski hanya sebatas diksi dan narasi yang tepat dan seirama. Namun, bila narasi yang disampaikan seolah memunculkan perbedaan, sayang energi kita," ujarnya.

"Koordinasi lebih masif dengan pemerintah pusat serta dengan seluruh elemen masyarakat kita dalam membumikan PPKM, kita yakin Jakarta akan kembali baik-baik saja" lanjut Handoyo.

Simak juga video 'Pimpin Apel Pengawasan PPKM Mikro, Anies: Ini Perjuangan Semesta':

[Gambas:Video 20detik]



Simak halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2