Round-Up

Red Alert Corona dari Daerah Penyangga Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 06:00 WIB
Pemudik yang balik dari kampung halaman menjalani tes swab antigen di Tangerang Selatan. Kali ini tes swab menyasar kepada pemudik yang menggunakan kendaraan travel.
Foto: Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Salah satu daerah penyangga DKI Jakarta, Tangerang Selatan atau Tangsel, menyatakan red alert kondisi penanganan COVID-19. Kondisi rumah sakit di Tangsel terkini dinyatakan hampir penuh di tengah pandemi Corona.

22 rumah sakit rujukan COVID-19 di Tangsel menurut Wali Kota Benyamin Davnie sudah hampir penuh. Tingkat keterisian rumah sakit tersisa hampir seperempat saja.

"Bed occupancy ratio (BOR) sudah 74 persen," kata Benyamin Davnie kepada detikcom, Jumat (18/6/2021).

Sementara ruang perawatan untuk pasien terkonfirmasi COVID-19 menipis. Hal ini disebabkan penularan virus Corona masih terus terjadi di Tangsel.

"Ini mengkhawatirkan karena tingkat penularan positivity rate kita masih 5 persen, ini tinggi," kata Benyamin.

"Ini sudah red alert," ujarnya.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin DavnieWali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (Andhika Prasetia/detikcom)

Benyamin Davnie mengimbau warga Tangsel agar menunda acara resepsi pernikahan alias kondangan. Pemkot Tangsel, kata Benyamin, akan mengeluarkan surat edaran terbaru.

"Saya akan menerbitkan surat edaran. Beberapa kegiatan kemasyarakatan akan kita antisipasi, misalnya resepsi pernikahan akan kita batasi. Kita minta masyarakat menunda resepsi," kata Benyamin.

Resepsi pernikahan berarti akan menimbulkan kerumunan orang. Di sisi lain, penularan virus Corona perlu dicegah, apalagi tingkat keterisian ranjang rumah sakit di Tangsel nyaris 75 persen.

Simak video 'Pimpin Apel Pengawasan PPKM Mikro, Anies: Ini Perjuangan Semesta':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: