Ngobrol dengan Bamsoet, Polisi Ini Ungkap Cerita Tertembak 11 Peluru

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 23:51 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berbincang dengan polisi yang juga YouTuber Aiptu Jakaria alias Jacklyn Choppers. Mereka membahas soal pengalaman Jacklyn menangani para pelaku kriminal hingga penampilan nyentrik Jacklyn.

Bamsoet mengapresiasi aksi Jacklyn Choppers mendokumentasikan berbagai operasi penangkapan pelaku tindakan kejahatan dan kekerasan yang ditanganinya, untuk kemudian di posting dalam kanal YouTube. Menurut Bamsoet, tayangan tersebut bisa dijadikan pelajaran sekaligus mengingatkan siapapun agar tidak main-main melawan hukum.

Dalam perbincangan di program podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) yang tayang di YouTube Bamsoet Channel, Jacklyn mengatakan dirinya membuat video untuk YouTube sejak tahun 2016, tapi baru aktif mengunggah video sejak 2018. Saat ini, Jacklyn Choppers kini sudah memiliki 527 ribu subscriber.

Melalui YouTube, Jacklyn yang bertugas di kepolisian sejak 1996 ini memberikan banyak edukasi hukum kepada masyarakat. Petugas kepolisian ini menyedot perhatian dengan penampilan nyentriknya yang berambut gondrong pirang, kupluk hitam, dan berkacamata dengan style ala anak tongkrongan.

"Dalam 25 tahun karirnya di Tim Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polda Metro Jaya, Jacklyn Choppers sudah menangani berbagai kasus besar. Termasuk menikmati asam manis menjadi petugas kepolisian yang bertugas memburu para penjahat. Bahkan ia pernah ditembak hingga 11 peluru bersarang di dirinya," papar Bamsoet usai berbincang dengan Jacklyn di Studio Digital Black Stone, Jakarta, Jumat (18/6/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini mengulas kembali cerita Jacklyn, yang pada tahun 2017 mendapat tugas memburu pelaku perampokan mobil pengisi ATM sebesar Rp 2,8 miliar di sekitar daerah Cawang. Komplotan pelaku sudah ditangkap, tinggal menyisakan pimpinan komplotan yang bersembunyi di Lampung. Saat mengejar ke Lampung, Jacklyn Choppers mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku sudah melarikan diri ke Bandung.

"Alhasil Jacklyn Choppers bersama rekan setimnya seperti Rizal Celvian Gumay yang kini menjadi Kabinda Kepri, mengejar pimpinan komplotan tersebut hingga ke Bandung. Dalam pengejaran di Bandung, terjadi baku tembak antara pimpinan komplotan dengan para petugas kepolisian, yang mengakibatkan 11 peluru bersarang di tubuh Jacklyn Choppers. Dua peluru di dekat jantung, satu di tengah dekat ulu hati, dua di dekat lambung sebelah kiri, dua lagi di sebelah kanan, satu di lengan kanan, dan tiga di lengan kiri," urai Bamsoet mengisahkan.

Kepada Bamsoet, Jacklyn mengatakan dirinya bersyahadat dan istigfar dan beruntung walaupun tertembak 11 peluru, Jacklyn Choppers bisa lolos dari maut. Sebanyak 9 peluru bisa dikeluarkan, sementara 3 peluru hingga kini masih berada di lengan kiri Jacklyn Choppers, yang ia jadikan sebagai kenang-kenangan.

"Ada berbagai cerita menarik yang diungkapkan Jacklyn Choppers. Usai baku tembak, dirinya dan pimpinan komplotan dilarikan ke rumah sakit. Karena tampilannya yang 'urakan', Jacklyn Choppers justru ditaruh di bawah lantai rumah sakit, sementara si pimpinan komplotan yang tampil rapi, ditaruh diatas kasur rumah sakit," lanjut Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) menambahkan, karena banyak pelaku kejahatan yang dendam, istri Jacklyn Choppers bahkan sempat dua kali ingin diculik. Bahkan juga pernah diusir dari kontrakan akibat provokasi orang yang tidak suka dengan dirinya dalam menegakkan hukum. Tapi, Jacklyn menganggap berbagai kejadian 'memilukan' tersebut sebagai penghias hidup.

"Atasannya di kepolisian bahkan sempat menawarkan Jacklyn Choppers untuk pindah tugas dari Tim Jatanras, agar tidak terus berhadapan dengan maut. Namun Jacklyn Choppers tetap mencintai profesinya sebagai pemburu pelaku kejahatan. Baginya, jika ia pindah menandakan pelaku kejahatan menang. Karena itu, hingga kini ia masih aktif memburu para pelaku tindakan kejahatan dan kekerasan. Ia selalu menekankan bahwa polisi tidak boleh kalah oleh penjahat," tutur Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini lantas mendorong agar pemerintah memberikan perhatian serius kepada para aparat kepolisian, khususnya dalam hal peningkatan kesejahteraan. Dengan begitu, menurutnya para petugas kepolisian seperti Jacklyn Choppers dan lainnya ini bisa tenang tatkala harus bertugas meninggalkan keluarga di rumah.

(akn/ega)