Cuti Bersama Natal Dihapus, Ini 3 Pernyataan Terbaru Pemerintah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 18:33 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut cuti bersama natal dihapus tahun ini akibat pandemi COVID-19
Cuti Bersama Natal Dihapus, Ini 3 Pernyataan Terbaru Pemerintah/ilustrasi Menko PMK Muhadjir Effendy (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Cuti bersama natal diputuskan untuk dihapus oleh pemerintah. Hal ini dilakukan di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia.

Sebelumnya, aturan perubahan jadwal cuti bersama 2021 sudah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021.

Berikut 3 pernyataan terbaru pemerintah tentang cuti bersama Natal dihapus dan revisi jadwal libur nasional.

Cuti Bersama Natal Dihapus

Diketahui keputusan untuk merevisi jadwal libur nasional dan cuti bersama disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy dalam jumpa pers, Jumat (18/6/2021).

"Pemerintah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti bersama," kata Muhadjir.

Adapun rinciannya:

1. Libur tahun baru Islam 1443 Hijriah yang jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021, diubah menjadi hari Rabu, 11 Agustus 2021

2. Libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 19 Oktober 2021 diubah menjadi Rabu tanggal 20 Oktober 2021

3. Libur cuti bersama Hari Natal 2021 pada tanggal 24 Desember 2021 ditiadakan

Istilah Cuti Bersama Tidak Ada

Sementara itu, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo menyatakan tidak ada istilah cuti bersama, termasuk Natal. Hal ini dilakukan karena fokus saat ini adalah menyelamatkan bangsa dari pandemi COVID-19.

"Yang kedua, kami sudah sampaikan dalam rapat kepada Bapak Menko bahwa istilah cuti bersama itu tidak ada. Semua konsentrasi untuk kesehatan masyarakat sebagaimana arahan Bapak Presiden, arahan Bapak Menko bahwa semua untuk menjaga kesehatan masyarakat dari pandemi COVID yang ada," ujar Tjahjo.

Tjahjo juga menyoroti agar para aparatur sipil negara (ASN) tidak boleh mengambil cuti di hari kejepit selama pandemi COVID-19.

"ASN itu sesuai ketentuan itu mempunyai hak cuti perorangan. Tetapi kami putuskan bahwa, demi kemaslahatan dalam konteks pandemi COVID ini bahwa hak cuti ASN itu untuk sementara ditiadakan," kata Tjahjo.

"Pengertian ditiadakan jangan sampai Sabtu libur, Minggu libur, hari besar keagamaan Selasa libur, terus nanti semua ASN minta cutinya hari Senin. Lah ini dilarang. Cari cuti hari lain saja," jelasnya.

Peniadaan Cuti Bersama Natal untuk Keselamatan

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas juga menyampaikan keputusan peniadaan cuti bersama Natal dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat.

"Pemerintah ini memahami psikologi atau kejiwaan umat beragama di Indonesia. Jadi meskipun pandemi COVID ini masih ada dimana-mana belum hilang secara seluruhnya tetapi hari libur tetap diberikan, sebagai bentuk penghargaan negara terhadap umat beragama. Demikian pula dengan peniadaan cuti bersama di tanggal 24 Desember. Saya kira ini sejalan dengan keinginan kita semua untuk menjaga seluruh masyarakat Indonesia, untuk menjaga kesehatan, keselamatan dari pandemi COVID-19 ini," kata Yaqut.

Lihat Video: Cuti Bersama Natal 24 Desember Ditiadakan, Menag: Untuk Keselamatan

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)